Beranda News E-Commerce Ini Strategi Pemerintah Capai Target Nilai Transaksi E-commerce US$130 Juta

Ini Strategi Pemerintah Capai Target Nilai Transaksi E-commerce US$130 Juta

-

e2ecommerce

Jakarta, Selular.ID – Teknologi mobile yang tinggi mendorong booming internet di Indonesia. Akibat booming itu, di tahap pertama, yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah konten berita dan informasi. Namun tahap berikutnya adalah transaksi elektronik atau yang kini dikenal dengan sebutan e-commerce.

Lis Sutjiati, Special Assistant Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, pemerintah sangat mendukung pengembangan bisnis e-commerce di Indonesia. Sekarang ini, aktif mendukung lingkungan dan kondisi bisnis pengembangan usaha online.

Dia menyebutkan, pertumbuhan e-commerce di Indonesia terus meningkat. Target pemerintah terhadap industri e-commerce yang diprediksiakan memiliki nilai transaksi sebesar US$130 miliar pada 2020 dapat tercapai sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut pemerintah saat ini.

“Target nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2020 mencapai US$130 miliar, atau 20 kali lipat dari 2012,” ujar Lis, saat saat menjadi keynote speaker dalam event e2eCommerce Indonesi 2016, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Untuk itu, Ia mengharapkan dalam tiga tahun ke depan kontribusi retail online bisa tumbuh melebihi 5 persen. Terlebih, banyak hal menguntungkan dari bisnis retail online.

Saat ini ada banyak tantangan yang harus dihadapi para pemain e-commerce agar dapat langgeng menjalankan bisnisnya di Indonesia. Berdasarkan analisis, ada enam isu yang menghambat potensi pertumbuhan e-commerce di Indonesia antara lain pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, logistik, serta edukasi dan sumber daya manusia. Isu-isu tersebut harus dikerjakan bersama-sama dengan lembaga terkait agar menghasilkan kebijakan yang tepat.

“Melihat target US$130 miliar nanti, apakah akan tercapai? Ya, asal ada kerjasama (diantara kementerian),” tuturnya. Pemerintah sendiri telah menyiapkan roadmap e-commerce sebagai hasil kolaborasi dari delapan Kementerian RI.

Selain itu, Lis menjelaskan pembangunan infrastruktur melalui Proyek Palapa Ring yang tengah dikebut pengerjaannya oleh pemerintah dan akan membentang dari Sabang-Marauke Indonesia diyakini dapat membuat industri e-commerce berkembang pesat dan memperluas jangkauannya hingga ke seluruh pelosok daerah.

“Proyek Palapa Ring itu juga akan membantu kami untuk menjangkau konsumen hingga ke setiap pelosok. Saat ini 90 persen akses internet sudah di-cover oleh operator. Lalu 10 persen sisanya akan ditangani oleh pemerintah untuk daerah terpencil,” katanya.

Artikel Terbaru