Monday, October 21, 2019
Home News Community Hackintosh Indonesia, Ngoprek PC Rasa Apple

Hackintosh Indonesia, Ngoprek PC Rasa Apple

-

hackintosh-okeJakarta, Selular.ID – Bagi yang suka ngoprek sistem operasi Mac OS, tapi belum memiliki cukup bekal untuk melakukannya, bisa jadi komunitas yang kita bahas kali ini adalah tempatnya. Benar sekali, komunitas dimaksud adalah Hackintosh Indonesia. Dan menariknya, bagaimana komunitas Hackintosh Indonesia terbentuk dan apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh para anggotanya akan kita kupas di sini.

Awal Terbentuknya Hackintosh Indonesia
Sebagaimana dikatakan Antonius Widjaja, selaku pencetus komunitas Hackintosh Indonesia, dikatakan bahwa cikal bakal komunitas Hackintosh Indonesia adalah milis macosx86indo@yahoogroups.com sekitar 2002 – 2003 yang dibentuk oleh Egwan Pradana, yang kemudian mengangkat Antonius Widjaja menjadi moderatornya.
Kemudian pada Kopdar II di Bandung tercetuslah pembuatan forum www.mac-inul.com atas prakarsa Iman Teguh Pribadi dan Antonius Widjaja, yang kemudian setelah forum tersebut dibentuk yang menjadi pengurus hariannya adalah Moh. Wahid, Sadal (nick name z0r), wayang NT, Hendit0, Arya Djuada, dan Digi (Ramon Tumbeleka).

Setelah era Facebook dimulai, Hendito, salah satu moderator Mac-iNul, mengambil inisiatif untuk membuat group Hackintosh Indonesia di Facebook, yang masih aktif hingga sekarang. Di forum ini mulailah muncul punggawa-punggawa baru di bidang per-hackitosh-an seperti Wayang NT, Ridwan, Pico Pomo, Josh, Andress, dan lain-lain.

Tempat Bagi yang Suka Ngoprek
Ngoprek dan keingintahuan yang besar merupakan inti dari komunitas ini. Tidak heran jika di setiap ajang kopi darat, komunitas ini selalu membahas sesuatu yang menarik terkait dengan pengalaman anggotanya ketika mengoprek PC bercitarasa MacOS. Yang tak kalah penting adalah ajang kopdar juga sebagai tempat sharing dan bersilaturahmi para anggotanya. Di ajang ini pun perkembangan terbaru juga kerap menjadi topik bahasan menarik.

Soal mengoprek Mac OS ke PC, Hackintos Indonesia bisa dikatakan justru terinspirasi dari Apple sendiri. Karena sebelum Hackintosh, Apple disebut Antonius telah melakukannya terlebih dahulu.

“Jadi gini, bicara sejarahnya komunitas Hackintosh, ceritanya Steve Jobs, waktu dia balik lagi ke Apple dia ngomong sama engineer-nya bisa ngga install ini di Intel. (Ternyata) bisa, lalu di-install-lah di komputer Intel (Sony Vaio). Kemudian di bawa ke Sony, ditunjukkin sama Sony ditolak. Kemudian langsung dibikin dan OSX dan pindah ke Intel kemudian dibuatlah MacBook Pro, dari situ jalan terus (hingga kini). Tapi memang setelah dari situ, karena OSX tidak dibuat untuk bermacam-macam hardware,” imbuh Antonius.

Dalam urusan aktivitas, terutama yang mempertemukan para anggotanya seperti Kopdar, Hackintosh Indonesia terbilang cukup rutin. Walau sempat vakum, Kopdar ke-5 akhirnya kembali terlaksana pada tanggal 10 September 2016 lalu di Jakarta. “Akhirnya terwujud juga Kopdar ke-5, setelah dari lima tahun yang lalu, baru sekarang terealisasi kembali,” tandas Antonius.

Khusus untuk Kopdar Ke-5 ini, yang menjadi prakarsa adalah Josh salah satu member Hackintosh yang berusia cukup muda. Peserta yang pada umumnya masih muda-muda itu juga menjadi alasan kenapa para pengurus awal komunitas tidak terlalu ikut campur.

Pada Kopdar ke-5 yg menjadi pembicara utama pada kopdar ini adalah Andress seorang member Hackintosh Indonesia yang juga pemilik toko komputer di salah satu mall IT di Jakarta. Dia membawakan materi yang cukup menjadi momok menakutkan bagi para hakcintosher yaitu DSDT (tablet utama AML pada BIOS). Tabel ini memberitahukan pada sistem operasi bagaimana cara berinertaksi dengan hardware yang berisi informasi tentang sistem dasar prosesor, audio, LAN, USB, power management, dan lain-lain. Masalahnya adalah OSX memiliki implementasi ACPI yang tidak lengkap di mana hanya mendukung sebagian dari DSDT.

Dengan menambah atau mengubah dan mengedit DSDT dengan benar kita dapat membuat antarmuka yang dasarnya sama tetapi dengan cara yang dimengerti oleh OS X86, ini secara potensial dapat memecahkan hampir semua masalah yang berhubungan dengan ACPI yang tidak lengkap tadi.

Sebagai komunitas di mana ngoprek atau istilah kerennya biasa disebut hacking, Hackintosh Indonesia berprinsip bahwa selama tidak menyentuh ‘periuk nasinya’ Apple, hal ini sejatinya akan aman-aman saja. “Hackintosh sebenarnya berangkat dari hobi, memang tidak untuk komersial,” kata Pomo Jatmiko seorang anggota senior di Hackintos Indonesia yang datang di ajang Kopi Darat ke-5 lalu.

Tidak bisa dipungkiri jika produk Apple memang memiliki basis fans yang tergolong fanatik. Bagaimana tidak, bagi orang yang sudah merasakan pengalaman yang ditawarkan Apple di produknya, MacBook misalnya, biasanya mereka sudah enggan beralih ke PC lain. Hal ini pun dirasakan oleh para anggota Hackintosh Indonesia, yang notabene mereka adalah penggemar produk Apple. Adapun ketertarikan mereka mengoprek sistem operasi Mac OS agar bisa dijalankan di perangkat yang bukan besutan Apple oleh karena ada tantangan tersendiri.

“Tantangannya beda, begitu install (Hackintosh) satu minggu dan jalan wah kepuasannya tuh,” kata Antonius.

Menariknya, bagi mereka yang tergiur untuk bergabung, komunitas Hackintosh Indonesia akan membuka tangan kepada siapa pun. “Syaratnya cuma satu, yakni punya Facebook masuk aja cari Hackintos Indonesia, kemudian join,” kata Antonius.

Lebih lanjut Antonius mengimbau bagi mereka yang baru atau ingin bergabung, ada baiknya untuk membaca rules-nya dulu dan punya ilmu yang cukup baru bertanya. Bukan tanpa alasan, menurut Antonius banyak terjadi ribut di sini, terutama anak-anak muda, karena belum baca rulesnya tapi langsung nanya. “Ya langsung diskak mat,” sergahnya.

Bicara mengenai jumlah anggota, saat ini ada sekitar 18 ribuan orang yang telah bergabung di Hackintosh Indonesia. Selain bisa berinteraksi dengan sesama anggota lainnya, tentu yang juga menarik ketika bergabung di komunitas ini adalah ilmu.

“Dari sisi benefit yang diperoleh member, yang pertama jelas ilmu, luar biasa ilmunya. Kalau orang yang menghargai ilmu dia pasti tahu join di sebuah komunitas seperti ini tuh ilmunya luar biasa,” kata Antonius yang dikerap di sapa Oppa ini.

Antonius beralasan bahwa yang namanya Hackintosh itu persoalannya tidak sedikit, spesifikasi yang sama bisa beda permasalahannya. “Kalau kita tidak punya komunitas sebagai tempat bertanya ya kita ngga bisa jalanin,” pungkasnya.

Latest