Jumat, 19 April 2024
Selular.ID -

Gara-gara Interkoneksi Baru, Telkomsel Tekor Hingga Dua Kali

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief
Ririek Adriansyah, Dirut Telkomsel
Ririek Adriansyah, Dirut Telkomsel

Alor, NTT, Selular.ID – Penurunan tarif interkoneksi  sebesar 26% membuat operator challenger menikmati banyak keuntungan. Selain mengurangi jumlah yang harus dibayarkan ke operator dominan, selisih interkoneksi dari sebelumnya yakni Rp 250 ke Rp 204, dapat dijadikan tambahan gimmick untuk menggaet atau mengakuisisi pelanggan baru. Indosat Ooredoo misalnya, alih-alih menurunkan tarif ritel,  pengurangan tarif interkoneksi jadi kesempatan operator yang dimiliki Ooredoo Qatar ini untuk fokus pada kampanye panggilan Rp 1 ke setiap operator.

Di sisi lain sebagai operator dominan, Telkomsel merasa sangat dirugikan. Penetapan interkoneksi yang telah diteken dalam bentuk SE (Surat Edaran) itu, jelas mengancam pendapatan perusahaan di masa depan. Alhasil,  jika selama tiga tahun terakhir Telkomsel mampu mempertahankan pertumbuhan double digit, ke depan performa anak perusahaan PT Telkom itu akan mengalami jalan terjal.

Di sela-sela gerakan  pembangunan terpadu perbatasan (Gerbangdutas) ke Pulau Alor, NTT bersama Menkopolhukam Wiranto dan Mendagri Cahyo Kumolo (23/8), Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, mengungkapkan bahwa revisi interkoneksi membuat perusahaan yang dipimpinnya merugi hingga dua kali. Kerugian pertama berasal dari penurunan Rp 250 ke Rp 204. Sehingga dari setiap trafik bicara, Telkomsel tekor Rp 46. Sedangkan kerugian kedua,  dari sisi penggelaran jaringan yang tidak dihargai sebagai cost recovery sesuai aturan interkoneksi.

Pria asal Yogyakarta ini menambahkan, dalam lima tahun terakhir jumlah BTS yang sudah dibangun oleh Telkomsel terus meluas di Indonesia, hingga mencapai 120.000 per Agustus 2016. Dalam hitung-hitungan Telkomsel, dengan agresifitas membangun itu, seharusnya regulator menaikan tarif interkoneksi sebesar Rp 285. Bukan malah menurunkan interkoneksi hingga akan memaksa Telkomsel menjual di bawah biaya produksi, imbuh Ririek.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU