spot_img
BerandaFokusPengamat : Indosat Seperti Ingin 'Mengambil Ikan Tetapi Bikin Kolam Keruh'

Pengamat : Indosat Seperti Ingin ‘Mengambil Ikan Tetapi Bikin Kolam Keruh’

-

IMG-20160615-WA0011Jakarta, Seluar.ID – Konflik kampanye perang tarif tampaknya semakin memanas. Berbagai pihak mulai terlibat di dalamnya, dengan memberikan berbagai argumen masing-masing. Kali ini datang dari Ketua Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala yang menyesalkan pernyataan President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli (Alex) yang mengajak operator lain untuk ikut ‘memerangi’ Telkomsel yang dianggap memonopoli pasar seluler di luar Jawa

Alex sempat menyatakan bahwa barrier interkoneksi sebaiknya dihilangkan dan operator diijinkan untuk berbagi jaringan aktif agar efisien. Terkait hal tersebut, Kamilov mengatakan, “Jangan sampai ada anggapan dominasi pasar oleh Telkomsel dianggap tidak natural, padahal mereka yang paling konsisten membangun jaringan di seluruh Indonesia. Justru yang perlu dipertanyakan adalah mengapa operator yang menuntut keadilan selama ini tidak membangun, kemudian saat kalah kompetisi sekarang malah minta subsidi  ke kompetitornya lewat penurunan tariff interkoneksi.”

Sebelumnya Kamilov berpendapat hal yang dilakukan Indosat terhadap Telkomsel tidak etis. Ia mengatakan, “Mereka sudah tumpang tindih antara sebagai pemain atau regulator. Kampanye yang membandingkan secara langsung dengan kompetitor itu jelas salah di etika pariwara. Soal isu monopoli, kalau memang ada sebaiknya lapor saja ke regulator. Kan di telekomunikasi ada BRTI dan persaingan usaha ada KPPU. Kenapa bikin gaduh dulu di media massa. Ini seperti menggiring opini publik.”

Kamilov pun berharap agar Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dapat melihat masalah ini secara lebih jernih dan menindak tegas pihak-pihak bermasalah dalam sengketa ini. “Ini kalau saya lihat aksi Indosat seperti ingin mengambil ikan tetapi bikin kolam keruh. Isu monopoli di luar Jawa tak relevan, sama-sama punya lisensi seluler. Bahkan di beberapa wilayah Indosat masuk duluan.  Bedanya yang satu (Telkomsel) bangun terus, satunya (Indosat) sudah bangun tapi tidak dikembangkan, atau malah sebagian baru mulai gencar bangun. Nah, yang baru masuk ingin ambil ikan tetapi bikin air yang jernih jadi keruh semua. Paling kasihan nanti pelanggan, mereka bertempur, kualitas layanan menjadi  turun,” tambahnya.

Baca juga :  Indosat Ooredoo Hadirkan Gerai Online, Banyak Tawaran Menarik!
Baca juga :  Manuver CK Hutchison Berujung Merger Indosat Ooredoo dan 3 Indonesia

spot_img

Artikel Terbaru