Sunday, October 25, 2020
Home Review Smartphone & Gadget Terlengkap Review Yotaphone 2, Ponsel Bermuka Dua

Review Yotaphone 2, Ponsel Bermuka Dua

-

yotaphone2-1Jakarta, Selular.ID – Mengawali debutnya di tahun 2013 dengan merilis seri pertamanya, Yotaphone memang belum memberanikan diri untuk memasarkan produknya di Indonesia. Masih membawa gimmick layar ganda, pada seri keduanya, yakni Yotaphone 2, akhirnya tembus dipasar Indonesia. Bagaimana hasil reviewnya?

[quote_box_center]

Keunggulan:

  • Memiliki dua layar
  • Koneksi 4G
  • Bentuk elegan
  • Batari tahan lama

Kelemahan:

  • Hasil kamera kurang bagus
  • Layar belakang kurang responsif

[/quote_box_center]

 

Dua Layar
Ponsel yang hadir dengan dua layar ini nampak biasa saja saat melihat bagian depan. Pada bagian depan Yotaphone 2 sangat mirip dengan Nexus 6. Dimana hanya terdapat layar dan tombol navigasi home, navigasi, dan multitasking yang diletakkan di dalam layar. Pada layar pengguna juga tidak perlu khawatir karena pada layar depan sudah dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 3.
Pada bagian belakang baru keunikan ponsel ini nampak terlihat. Pada sisi ini layar belakang memang tidak terlalu nampak seperti sebuah layar ponsel. Awalnya jika belum diketahui layar ini mungkin dikira tak lebih dari gambar atau stiker yang umumnya ada dicasing ponsel. Namun ternyata layar yang hanya memunculkan warna hitam dan putih ini mampu menampilkan semua fungsi yang digunakan pada layar depan. Sayangnya dengan adanya layar malah backcover menjadi licin ditangan, sehingga perlu hati-hati menggenggamnya.

interfaceMembawa keunggulan dengan membawa dua layar, Yotaphone memang dikenal sebagai ponsel terunik di dunia. Namun berbeda dengan generasi pertama, Yotaphone 2 tampil dengan desain yang lebih ergonomis. Pada Yotaphone pertama disajikan smartphone layar 4,3 inch dengan sudut-sudut tajam dan kaku, sehingga terkesan lebih kotak. Sedangkan pada seri kedua Yotaphone sangat berbeda karena menghilangkan kesan kaku dengan membentuk sudut-sudut yang oval mirip seperti Nexus 6.

Dengan sudut membulat, membuat Yotaphone 2 lebih gemuk pada bagian belakang, namun begitu bentuk ini malah membuat kenyamanan bagi penggunanya. Tidak hanya nyaman ponsel ini juga terasa sangat kokoh dengan kualitas bahan material yang mumpuni. Memiliki desain yang simpel Yotaphone 2 memang lebih bernuansa elegan.

Untuk tombol fisik, Yotaphone membenamkan tombol volume rocker dan tombol power/unlock yang diletakkan di sisi samping kanan. Penempatannya terbilang pas dan mudah dijangkau oleh jempol tangan kanan.

Masih berada diposisi belakang ponsel, Yotaphone juga menempatkan kamera utama 8 MP dan LED flash yang diposisikan di tengah, serta logo Yotaphone. Speaker dan lubang port USB diletakkan di bawah dan lubang jack audio 3,5 mm di bagian atas. Mengusung konsep unibodi, baterai yang digunakannya adalah baterai tanam atau Non-removable, maka slot microSD dan SIM diletakkan di dalam tombol volume.

AMOLED
Memadukan antara layar LCD dan EDP (Electronic Paper Display), Yotaphone merupakan meluncurkan smartphone pertama yang memiliki dua layar, yang diklaim memiliki 35 teknologi yang telah dipatenkan. Keunikan dari smartphone ini adalah pada layar belakang yang selalu aktif

Pada layar utama Yotaphone 2 memiliki bentang layar 5 inch dengan resolusi Full HD 1.920×1.080 pixel dan kerapatan 443 ppi. Menggunakan panel layar AMOLED, tampilan layarnya juga memiliki kontras dan saturasi warna yang pas. Sehingga kenyamanan dapat dirasakan saat kami menggunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

fiturSama seperti kebanyakan ponsel lainnya, layarnya bisa diatur dengan secara otomatis dimana layar akan beradaptasi dengan lingkungan. Pengguna juga masih dapat mengunakan fitur gesture, seperti tiga jari untuk mengunci dan double tap untuk membuka kunci. Antara layar depan dan layar belakang saling terhubung satu sama lain. Meski memiliki dua layar depan dan belakang, namun pengguna hanya dapat menggunakan satu layar  saja dalam satu waktu.

Untuk menggunakan layar depan, maka secara otomatis layar belakang akan terkunci. Begitu pula sebaliknya. Untuk menggunakan layar belakang ada dua cara, menekan tombol home yang lama lalu menggeser ke arah kiri atau dengan mengetuk tombol home di layar belakang dua kali.

E-Ink
Layar belakang memiliki luas 0,3 inci lebih kecil dibandingkan layar utama, resolusinya sendiri 540×960 pixel, layar belakang memiliki tampilan warna grayscale atau hitam-putih. Yota kemudian menyebut teknologi layarnya ini dengan sebutan e-Ink display.
Menggunakan teknologi layar e-Ink, pada layar belakang sebenarnya diperuntukan kebutuhan membaca e-book. Karena selain tidak menyakitkan mata, menggunakan layar jenis ini juga membuat baterai tidak boros.

layar-belakanBerbeda dengan layar depan yang lebih responsif, respon pada layar belakang ini tidak sebaik layar depan. Oleh karenanya kami masih menemukan perpindahan yang kurang lancar menggeser-geser layar. Dalam penggunaannya pengguna dapat memiliki dua pilihan latar warna, hitam dan putih. Dengan fungsi android yang menyeluruh, pengguna tidak hanya dapat digunakan untuk membaca saja, tetapi juga dapat digunakan bermain game, membalas chat, dan semua kegiatan pada layar utama. Tidak hanya itu, layar belakang juga bisa dipakai untuk foto atau gambar di belakang. Caranya pengguna dapat menggunakan fitur YotaHub. Selain memasukkan foto-foto dari galeri.

Memiliki layar yang unik, sayang tampilan antarmuka tidak dikostumisasi oleh Yotaphone. Berjalan diatas Android OS, v5.0 (lollipop) pada paket penjualannya, antarmuka pada Yotaphone tidak jauh berbeda dengan ponsel Nexus.

Kamera
Seperti smartphone lainnya, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas soal kualitas kamera. Nah, untuk Yotaphone 2 ini sudah dibekali dengan resolusi kamera 8 MP dengan kelengkapan fitur autofocus dan LED flash.

Untuk antarmukanya sendiri, Yotaphone masih menggunakan aplikasi bawaan Google. Dengan aplikasi ini pengguna akan menemukan fitur-fitur standart khas Google, seperti Photo Sphere, Panorama, Lens Blur, Camera, dan Video. Fitur kamera juga masih dilengkapi dengan fitur timer, grid dan HDR.
Hasil kamera juga terbilang standart. Hasil foto nampai terasa terang dan jelas pada kondisi pencahayaan yang terang. Sedangkan pada kondisi cahaya rendah, hasilnya masih nampak banyak noise disekitar objek.

Hardware
Sebagai smartphone kelas dunia, Yotaphone 2 memiliki jeroan dengan spesifikasi yang tinggi. Sebut saja prosesornya yang menggunakan chipset Snapdragon 801. Diperkuat dengan CPU Quad-core 2.3 GHz Krait 400, kartu grafis Adreno 330 dan RAM 2GB.

Tidak ketinggalan pengguna juga dapat menggunakan memori internal 32 GB untuk penyimpanan data. Namun sayang pengguna tidak dapat menambahkan memori lagi jika kapasitas memori tersebut penuh. Untuk memenuhi kebutuhan daya, smartphone ini sudah menyiapkan baterai berkapasitas 2550 mAh yang sudah cukup mumpuni Dari kondisi baterai yang penuh, perangkat ini bisa bertahan selama satu hari atau sekitar 12 Jam dengan pemakaian standart browsing, streaming dan bermain game pada layar utama.

internet

Dengan spesifikasi yang dimilikinya Yotaphone cukup memberikan kinerja yang memuaskan, bahkan mampu menyaingi smartphone dengan prosesor Octacore sekalipun. Baik digunakan untuk mengaktifkan aplikasi secara multitasking, maupun bermain game juga tidak masalah. Pembuktian lainnya kami juga mengujinya dengan menggunakan aplikasi AnTuTu Benchmark. Dengan aplikasi AnTuTu bechmark ponsel ini menorehkan skor cukup baik, yakni 40 ribu-an. Dengan

Di sektor konektivitas, Yotaphone 2 memiliki fitur yang tergolong lengkap. Untuk koneksi inteternet telah tersedia dukungan 4G LTE, 3G HSDPA dan WiFi. Sedangkan untuk transfer data seperti ponsel biasanya masih dibekali Bluetooth, kabel data hingga NFC.

Latest