Minggu, 23 Juni 2024
Selular.ID -

Ketua BEKRAF: Anggaran Ekonomi Kreatif Nggak Pernah Ada Cukupnya

BACA JUGA

image

Jakarta, Selular.ID – Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia semakin banyak mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Upaya untuk mengembangkan sektor ekonomi yang berbasis pada kreativitas individu dan komunitas masyarakat luas semakin berkembang. Hal ini semakin dikukuhkan dengan keberadaan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) yang baru dibentuk sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015.

Sampai sejauh ini perkembangan ekonomi kreatif di Tanah Air memang belum banyak menunjukan perkembangan yang berarti. Meski fenomena yang ada memperlihatkan gairah serta potensi yang luar biasa, namun sampai saat ini masih ada banyak kendala bagi pengembangannya di masa depan. Setiap sub sektor ekonomi kreatif memiliki masalahnya masing-masing seperti financing, regulasi, Sumber Daya Manusia, promosi, infrastruktur, distribusi, dan law enforcement. Karena itu, pemerintah tentu punya andil yang besar untuk menyelesaikan segudang hambatan tersebut demi menjalin ekosistem ekonomi.

Bicara pengembangan industri tentu membutuhkan investasi. Menurut penuturan Triawan Munaf, Ketua BEKRAF, pemerintah bakal memberikan anggaran sebesar Rp1.1 Triliun di tahun depan, untuk menumbuhkan sektor ekonomi kreatif di dalam negeri. Namun, Triawan merasa dana tersebut pasti tidak akan menutupi kepentingan setiap subsektor yang telah dibagi antara lain digital developer, arsitektur, interior design, kuliner, musik, periklanan, dan sebagainya.

Kalau anggaran sih tidak akan pernah ada cukupnya. Bayangkan saja, sebuah film di China yaitu Monster Hunt, memakan biaya Rp900 Miliar. Kita jangan bilang (investasi) sedikit atau banyak. Tapi bagaimana kita awalnya akan menggunakan budget yang ada itu dengan efisien dan efektif,” tutur pria yang baru menjabat sebagai Ketua BEKRAF mulai Januari 2015 tersebut.

Dengan keterbatasan dana, BEKRAF akan ambil fokus ke subsektor prioritas hingga ke pusat daerah yang begitu banyak agar bisa menginspirasi. “Kita maklum juga dengan keterbatasan anggaran, dan kemungkinan akan dikurangi lagi,” pungkasnya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU