Bos Ooredoo Group Nasseer Marafih, Tepis Isu Divestasi Saham Indosat

Laporan Langsung dari Doha, Qatar

CEO Group Ooredoo, Nasseer Marafih
CEO Group Ooredoo, Nasseer Marafih
CEO Group Ooredoo, Nasseer Marafih

Doha, Selular.ID – Isu tentang rencana pemerintah untuk membeli kembali (buy back) saham Indosat dari Qatar Telecom (kini Ooredoo Group) terus mengemuka. Sejumlah kelompok, termasuk kalangan politisi terus menghembuskan isu. Partai Demokrat misalnya, terkait dengan satu tahun pemerintahan Jokowi, mengingatkan bahwa buy back adalah salah satu janji yang pernah dicanangkan Jokowi dalam masa pilpres, yang wajib diupayakan.

Selular yang berkesempatan bertemu langsung dengan Group CEO Ooredoo Nasser Marafih di Doha, Qatar (28/10/2015), mencoba mengonfirmasikan apakah memang Ooredoo berniat melakukan divestasi sesuai dengan keinginan presiden Jokowi.

“Investasi yang dilakukan Ooredoo di Indosat bersifat jangka panjang. Seperti halnya di negara-negara lain, kehadiran Ooredoo di Indonesia merupakan kesempatan bagi kami untuk berupaya meningkatkan kualitas masyarakat sejalan dengan kemajuan teknologi selular”, ujar Nasseer.

Salah satu komitmen Ooredoo, imbuh Nasseer, tercermin dari nilai Capex (capital expenditure) Indosat yang terus meningkat setiap tahun. Dalam dua tahun terakhir, Capex yang digelontorkan difokuskan pada modernisasi jaringan, terutama untuk mendukung langkah Indosat dalam meluncurkan layanan internet cepat berbasis 4G LTE.

Meski terus mengemuka, Nasseer menghormati keinginan beberapa pihak terkait divestasi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa Ooredoo lebih fokus untuk mengembangkan Indosat sebagai operator terkemuka, terutama dalam hal layanan data sesuai dengan kebutuhan masyakat yang semakin berkembang.