Thursday, April 25, 2019
Home News Penjualan Duo Galaxy S6 Tidak Memuaskan

Penjualan Duo Galaxy S6 Tidak Memuaskan

-

Samsung Galaxy S6 Edge (sumber ibtimes.com)
Samsung Galaxy S6 Edge (sumber ibtimes.com)

Jakarta, Selular.ID – Dengan semua kecanggihannya, Galaxy S6 & Edge disambut meriah oleh siapa saja yang pernah menyentuhnya. Wajar bila banyak pihak berpikir bahwa Samsung akan menjual keduanya bak kacang goreng. Terutama karena perusahaan pernah mengutarakan harapan penjualannya yang akan melebihi pendahulunya, serta penambahan layar melengkung untuk memenuhi permintaan konsumen. Kita juga pernah disuguhkan aksi calon pembeli yang berbaris di luar toko untuk mendapatkan smartphone Galaxy S6 dan Edge. Anehnya, situasi tersebut tidak begitu menggembirakan bagi produsen perangkat berperforma tinggi itu. Bagaimana bisa?

Menilik catatan penjualan smartphone flagshipnya, Samsung membutuhkan 25 hari untuk mengapalkan 10 juta unit Galaxy S5. Sementara varian pendahulunya Galaxy S4 meraih trofi 10M dalam waktu 27 hari. Bagaimana dengan duo Galaxy S6? Ternyata mereka butuh waktu lebih lama, tepatnya satu bulan, untuk mencapai angka penjualan 10 juta, bahkan untuk gabungan keduanya.

Tentu ini cukup mengecewakan mengingat berapa banyak peningkatan yang dibubuhkan produsen ke flagship terbaru dibandingkan pendahulunya. Akibat kinerja penjualan yang tidak memuaskan pada periode peluncuran (yang seharusnya menjadi puncak penjualannya), mendatangkan keraguan atas harapan perusahaan untuk menjual setidaknya 70 juta unit S6 pada akhir tahun ini. Bila ingin mencapai target itu, berarti harus ditopang penjualan bulanan sekitar 8,6 juta unit sampai Desember. Ini berarti Samsung harus menjual smartphone S6 lebih banyak setiap bulan daripada penjualan satu tahun dari pesaingnya.

2015 ternyata bukan tahun pemulihan keuangan seperti yang diharapkan Samsung. Dunia memang besar, tapi pasar smartphone high-end sudah mulai jenuh. Ditambah, Galaxy Note 5 mendatang pasti menimbulkan efek kanibalisasi penjualan S6 setelah peluncuran. Serta, kesulitan yang dihadapi merek asing ketika memasuki pasar Cina dan India, yang didominasi merek-merek lokal yang mengeluarkan model high-end dengan harga murah.

Menimbang faktor-faktor di atas, perusahaan sudah seharusnya memikirkan kembali strategi lain lebih dari sekedar aspek desain dan inovasi hardware handsetnya.(Ind)

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest