Minggu, November 1, 2020
Beranda News Larangan Jual Ponsel 2G Tidak Akan Pengaruhi Bisnis Erajaya

Larangan Jual Ponsel 2G Tidak Akan Pengaruhi Bisnis Erajaya

-

Hasan Aula, CEO Erajaya (Foto: Samin/ Selular.ID)
Hasan Aula, CEO Erajaya (Foto: Samin/ Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Aturan pembatasan hingga mungkin pelarangan jual ponsel 2G yang akan diterapkan oleh pemerintah diyakini Erajaya tidak akan terlalu mempengaruhi bisnis utamanya sebagai distributor ponsel di Indonesia.

Menurut Hasan Aula, CEO Erajaya saat ditemui Selular.ID (7/5/2015) di kawasan SCBD, Jakarta komposisi ponsel 2G yang ada di Erajaya tidak sampai angka 5 persen. “Jumlahnya tidak banyak di bawah lima persen jadi rasanya tidak akan terlalu menganggu bisnis kami,” ungkapnya.

Meski mengaku belum mendengar kabar akan diberlakukannya kebijakan ini, Hasan mengaku bahwa Erajaya sejak setahun lalu sudah bekerjasama dengan operator agar pelanggan 2G bisa bermigrasi menggunakan smartphone.

Namun demikian menurut Hasan permasalahan sesunggguhnya adalah bukan bagaimana memigrasikan pelanggan. “Migrasi pelanggan itu mudah tetapi kita juga harus mengedukasi agar mereka paham akan pemanfaatan internet di smartphone,” jelasnya.

Di Indonesia ini ditambahkan Hasan masih banyak lapisan masyarakat yang merasa belum membutuhkan smartphone, bukan karena tidak mampu untuk membeli tapi kebutuhan itu sendiri belum mendesak.

“Banyak masyarakat yang masih senang menggunakan layanan suara, mereka belum butuh untuk pakai smartphone,” ungkapnya.

Selain itu diungkapkan Hasan pada akhirnya keberadaan ponsel 2G dengan sendirinya akan berkurang mengingat perbedaan harga yang terpaut antara ponsel 2G dan 3G bedanya tipis sekali.

Seperti diketahui pemerintah bakal mengeluarkan kebijakan untuk membatasi peredaran ponsel dengan teknologi 2G only. Kebijakan ini bisa juga berupa larangan jual. Hingga saat ini pemerintah masih mendata seberapa banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan ponsel 2G.

Latest