Selular.ID – PT Erajaya Swasembada Tbk (kode saham: ERAA) merilis Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) sebagai publikasi terpisah dari Laporan Tahunan untuk pertama kalinya.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen strategis Perseroan dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam implementasi prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) secara komprehensif.
Peluncuran laporan ini menegaskan upaya Erajaya dalam menerapkan prinsip ESG yang tidak hanya diimplementasikan dalam operasional bisnis, tetapi juga dikomunikasikan secara terbuka dan akuntabel kepada seluruh pemangku kepentingan.
Melalui laporan ini, Perseroan menyajikan berbagai inisiatif keberlanjutan secara lebih terstruktur dan terukur, mulai dari pengelolaan limbah elektronik (e-waste), konservasi lingkungan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
“Laporan Keberlanjutan ini kami hadirkan sebagai bentuk komitmen untuk membangun dialog yang lebih transparan dengan para pemangku kepentingan,” ujar Hasan Aula, Deputy Group CEO PT Erajaya Swasembada Tbk.
“Kami melihat keberlanjutan bukan sekadar inisiatif, tetapi sebagai arah strategis yang akan membentuk masa depan bisnis, dengansetiap langkah dirancang untuk memberikan dampak nyata, bagi lingkungan, bagi karyawan, maupun bagi masyarakat sekitar,” sambungnya.
Sejak 2022, Erajaya mulai membangun pendekatan ESG yang lebih terarah dan terukur, termasuk melalui penyempurnaan metodologi perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1, 2, dan 3 yang terus disesuaikan dengan dinamika bisnis.
Seiring dengan itu, berbagai inisiatif dijalankan secara lebih terintegrasi, yang mencakup pengelolaan limbah, efisiensi energi, pengembangan talenta, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
Salah satu fokus yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah pengelolaan limbah elektronik, yang turut melibatkan partisipasi publik.
Melalui inisiatif erafone Jaga Bumi, Erajaya telah mendaur ulang 3.911 unit sampah elektronik (e-waste).
Inisiatif ini berkontribusi pada potensi pengurangan emisi hingga 437 ton CO2e per tahun, serta penghematan energi hingga 301.261 kWh.
Baca juga:
- Hasan Aula Figur Kunci Di Balik Transformasi dan Melambungnya Kinerja Erajaya
- Erajaya: Apple Kuasai Pasar Premium Indonesia Sejak Era IMEI
Di sisi lain, Perseroan juga menjalankan upaya pengimbangan emisi melalui berbagai program konservasi lingkungan yang dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak.
Kegiatan ini mencakup penanaman dan perawatan pohon secara bertahap di Rumpin, Bogor dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung.
Hingga saat ini, sebanyak 7.486 pohon telah ditanam dan dirawat di area seluas 16 hektar.
Selain berkontribusi terhadap pelestarian ekosistem, inisiatif ini juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Komitmen keberlanjutan Erajaya juga tercermin dari investasi pada pengembangan sumber daya manusia, baik di lingkup internal maupun eksternal perusahaan.
Melalui Erajaya Corporate University serta Program Kerjasama Peningkatan Vokasi di Bidang Ritel & Pemasaran, Perseroan secara aktif mendorong peningkatan kompetensi karyawan sekaligus memperluas dampak melalui pelibatan masyarakat dan mitra usaha lokal.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Erajaya juga memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan selaras dengan regulasi yang berlaku, sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan transparan.
Bagi Erajaya, keberlanjutan bukan sekadar inisiatif jangka pendek, melainkan sebuah perjalanan jangka panjang yang terintegrasi dalam strategi bisnis.
“Ke depan, kami berfokus untuk memperkuat implementasi ESG melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan bisnis dan masyarakat, serta memastikan langkah keberlanjutan kami semakin terukur dan berdampak,” ujar Hasan Aula.




