Selular.ID – Apple telah menguatkan posisinya di pasar smartphone premium Indonesia sejak penerapan kebijakan kontrol IMEI pada 2020–2022, yang mendorong distribusi resmi iPhone semakin efektif dan memperkuat ekosistem penjualan resmi seperti iBox dan Erafone di seluruh Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital, menurut Joy, sejak periode iPhone 12 hingga generasi terbaru seperti iPhone 15, pola permintaan iPhone di Indonesia tetap stabil dengan tingkat animo yang konsisten tinggi.
Ia menjelaskan bahwa penerapan kontrol IMEI menjadi titik penting dalam perubahan struktur distribusi perangkat di Indonesia.
Sistem ini memperkuat kanal resmi karena perangkat ilegal atau tidak terdaftar tidak dapat digunakan secara optimal di jaringan seluler nasional. Dampaknya, jalur distribusi resmi menjadi lebih dominan dan tertata.
“Apple dinilai memiliki daya tarik merek yang kuat serta posisi aspiratif di mata konsumen Indonesia, khususnya pada segmen Pro dan Pro Max yang menjadi pendorong utama pasar premium,”kata Joy, kepada Selular, beberapa waktu lalu.
Joy menegaskan bahwa strategi Apple dalam memperluas ekosistem iOS juga menjadi faktor utama yang menjaga loyalitas pengguna.
Investasi Apple pada pengembangan sistem operasi iOS serta integrasi layanan digital membuat pengguna cenderung bertahan dalam ekosistem perangkat Apple, termasuk dari iPhone generasi sebelumnya ke model terbaru.
Joy menyebut bahwa siklus permintaan iPhone cenderung berulang secara konsisten. Setiap peluncuran generasi baru selalu diikuti oleh pergerakan permintaan dari konsumen yang ingin melakukan upgrade perangkat, meskipun beberapa model sebelumnya masih memiliki tingkat permintaan sekunder di pasar.
Dari sisi distribusi, Erajaya Digital yang menaungi jaringan ritel seperti iBox dan Erafone memainkan peran penting dalam memastikan ketersediaan produk Apple secara resmi.
Kanal distribusi ini disebut terus diperkuat melalui peningkatan kualitas layanan dan penawaran yang lebih seragam di seluruh jaringan ritel.
Joy Wahjudi juga menilai bahwa kompetisi di pasar smartphone premium tetap sehat dan menjadi pendorong inovasi.
Kehadiran berbagai merek lain di segmen yang sama mendorong Apple dan mitra distribusinya untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta pengalaman konsumen.
Menurutnya, persaingan ini tidak hanya terjadi pada level perangkat, tetapi juga pada ekosistem layanan, strategi penjualan, hingga pengalaman ritel.
Baca Juga:Erajaya Respon Rencana Ketersedian MacBook Neo di Indonesia
Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif bagi industri karena mendorong peningkatan standar layanan secara keseluruhan.



