BerandaDevicesWearable DevicesHands On: Merasakan Sensasi "Dunia Lain" dengan Samsung Gear VR Innovator Edition

Hands On: Merasakan Sensasi “Dunia Lain” dengan Samsung Gear VR Innovator Edition

-

Pengunjung mencoba Gear VR (Foto: Bambang/Selular.ID)
Pengunjung mencoba Gear VR (Foto: Bambang/Selular.ID)

Bangkok, Selular.ID – Dari berbagai riset, wearable devices disebutkan akan menjadi tren baru. Produsen teknologi pun berlomba-lomba menghadirkan perangkat yang bisa dipakai atau menempel di tubuh ini. Salah satunya adalah Samsung yang ikut terjun dengan merilis jam pintar Galaxy Gear yang saat ini sudah tersedia di Indonesia. Selain itu, perangkat lain yang sedang digarap adalah virtual reality.

Berbeda dengan kompetitor yang mengembangkan sendiri, Samsung memilih berkolaborasi dengan Oculus VR yang memang sudah fokus dalam pengembangan teknologi ini. Sebelumnya Oculus sudah memiliki perangkat realitas virtual sendiri yakni Oculus Rift, namun lebih ditujukan untuk ekspansi pengalaman gaming dengan sensasi masuk ke alam virtual. Sedangkan kolaborasi dengan Samsung yang menghasilkan Gear VR menjadi pelengkap smartphone keluaran Samsung untuk mengadopsi konten mobile ke dunia virtual reality.

Di ajang Samsung Forum 2015 yang digelar di Bangkok, Thailand (12/2/2015), salah satu produk yang menarik perhatian adalah Gear VR Innovator Edition. Ini adalah versi yang ditujukan untuk para developer dan para antusias VR sebagai tools untuk mengembangkan program aplikasi yang bisa berjalan di Gear VR. Walau demikian, pengguna biasa tetap bisa menikmatinya karena perangkat ini dirancang sebagai medium untuk menikmati film, game, dan aplikasi mobile yang mendukungnya.

Selular.ID pun langsung tertarik mencobanya. Desainnya terlihat futuristik berbentuk seperti kaca mata renang, namun berukuran lebih besar terutama di bagian depan. Karena ini tidak untuk melindungi mata, melainkan untuk melihat “dunia lain” dari mata kita. Di bagian kanan, terdapat touchpad untuk kontrol menu dan tombol Back di atasnya. Kemudian di bagian atas disediakan kontrol volume suara. Gear VR tidak memiliki speaker built-in, sehingga harus dihubungkan dengan audio headset.

Begitu dipasangkan, terasa pas di kepala karena memang didesain ergonomis. Rasanya langsung seperti berada di ruang gelap yang besar. Kemudian muncul beberapa menu yang awalnya terlihat buram, selanjutnya mata mulai beradaptasi sehingga terlihat jelas. Kita bisa memilih menu dengan memakai touchpad yang ada di sisi sebelah kiri. Kemudian untuk masuk ke menu yang dipilih, dengan menekan dua kali secara cepat.

Redaksi mencoba menu panorama 360, kemudian menekan tombol ‘Play’. Setelah masuk, seperti berada di helikopter yang berada di atas gedung bertingkat di kota London. Pemandangannya begitu menakjubkan serasa benar-benar berada di situ. Bisa melihat ke kanan, kiri, ke atas dengan view langit dan baling-baling helikopter yang berputar. Saat melihat ke bawah, agak kaget karena sensasinya seperti di atas ketinggian. Kita bisa melihat pemandangan hingga 360 derajat.

Saat mencoba menonton trailer film, pemandangan langsung berubah seperti di dalam bioskop dengan layar yang lebar ala IMAX, lengkap dengan kursi-kursi dan penutup layar di samping kanan dan kiri. Sehingga menonton film pun lebih memuaskan. Begitupun saat memainkan game virtual, lebih menyenangkan karena seperti lebih terlibat langsung ke dalam permainan.

Sebenarnya ingin berlama-lama memakai, namun tidak memungkinkan karena ada beberapa pengunjung yang antri untuk menjajal. Untuk mencobanya sendiri di rumah pun rasanya masih belum memungkinkan. Karena menurut informasi dari staff Samsung yang ada di stand itu mengatakan Gear VR Innovator Edition tidak akan dijual di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Samsung Gear VR Innovator Edition
Samsung Gear VR Innovator Edition

Walau canggih, namun perangkat ini masih memiliki sejumlah kendala. Seperti menu pengoperasian yang terkadang kurang responsif atau sering lag. Konten yang disediakan pun masih terbatas. Kemudian kompatibilitas yang hanya mendukung Samsung Galaxy Note 4. Tidak heran kalau perangkat inipun tidak dipasarkan karena memang masih belum siap, walau potensinya di masa mendatang cukup besar. Kendatai demikian, jika benar-benar tertarik Anda bisa membelinya secara online dari Amerika Serikat. Karena Samsung menjual perangkat ini bekerjasama dengan operator AT&T seharga $199,99 atau sekitar Rp2,4 juta. (bda)

Artikel Terbaru