Tuesday, June 2, 2020
Home News Market Update Pertumbuhan Operator Melambat di 2014, XL Terparah

Pertumbuhan Operator Melambat di 2014, XL Terparah

-

Foto: Antara
Foto: Antara

Jakarta, Selular.ID – Tahun 2014 sudah berada di penghujung hari, otomatis hari ini (31/12/2014) merupakan hari terakhir dalam mengupayakan pencapaian target yang telah ditetapkan di awal tahun. Di industri telekimunikasi tercatat ada beberapa hal penting terjadi seperti dirilisnya komersialisasi layanan 4G LTE oleh ketiga operator besar di Indonesia.

Namun bagaimana sesungguhnya kinerja operator telekomunikasi di Indonesia sepanjang tahun 2014 khususnya para operator yang mencatatkan sahamnya di lantai bursa hingga hari terakhir penutupan bursa di tahun 2014 yang dilakukan kemarin (30/12/2014). Reza Priyambada, Research Analyst dari Woori Korindo Securities Indonesia kepada Selular.ID mengatakan bahwa kinerja dari emiten-emiten telekomunikasi boleh dikatakan menunjukkan pertumbuhan yang melambat.

“Perlambatan ini lebih disebabkan karena kesempatan untuk bertumbuhnya yang mulai menurun. Dengan produk yang hampir rata-rata sama dan harga ataupun tarif layanan yang juga hampir tidak jauh berbeda maka akan membuat para emiten sulit dalam bersaing dan meningkatkan penjualannya,” jelasnya.

Dari emiten telekomunikasi, hanya Telkom (TLKM) yang menunjukkan masih adanya pertumbuhan baik kinerja keuangannnya maupun kinerja dari bisnisnya antara lain penambahan jumlah customer dan ARPU (average revenue per user). Kinerja baik TLKM ini tentunya ditopang oleh kinerja anak usahanya Telkomsel.

Sementara untuk kinerja harga saham para operator, Reza menyebutkan hanya satu emiten operator seluler yang mencatatkan peningkatan return yang baik. TLKM yang secara Year on Year (YoY) mencatatkan kenaikan return yang cukup tinggi mencapai 33,88 persen. Kemudian diikuti Indosat (ISAT) sebesar 0,75 persen. Yang paling parah XL Axiata (EXCL) yang mencatat return  minus 7,13 persen.

Pergerakan tersebut tentu tidak terlepas dari sentimen maupun kinerja fundamentalnya. Di sektor telekomunikasi menurut Reza, sentimen yang memengaruhi pergerakan saham selain dari sentimen makro yang juga mempengaruhi market secara keseluruhan, termasuk juga berimbas pada saham-saham operator telko, juga diperngaruhi berita-berita terkait bisnis usaha dan dampaknya terhadap kinerja secara fundamental serta rilis laporan keuangan.

Sementara itu layanan 4G LTE yang telah dikomersialisasi oleh para operator belum terlihat secara signifikan adanya pengaruh layanan tersebut di kedua saham baik saham ISAT maupun EXCL karena pelaku pasar kemungkinan masih mencermati imbas adanya layanan tersebut terhadap kinerja operasionalnya.

TERBARU

Lonjakan Trafik Selama Masa Pandemi Tidak Membahayakan Lingkungan

Jakarta, Selular.ID - Lalu lintas jaringan yang meningkat selama tindakan penguncian Covid-19 (corona virus)...

Triasmitra Menangkan Kasus Perusakan Kabel Fiber Optik Bawah Laut

Jakarta, Selular.ID – PT Ketrosden Triasmitra (Triasmitra) berhasil memenangkan kasus pengrusakan sistem komunikasi khususnya...

Dorong Vendor Tingkatkan Produksi, India Melonggarkan Kebijakan Ponsel

Jakarta, Selular.ID - India membuat langkah besar menuju insentif dan memperluas produksi lokal dari...

Latest