Facebook sedang mengevaluasi kembali konten pada layanan jaringan sosialnya setelah dua merek besar mencabut iklan yang muncul di samping foto dan tulisan yang mereka anggap offensive (menyinggung).

Financial Times melaporkan dua di antara perusahaan itu adalah Nissan dan Nationwide yang berbasis di Inggris. Mereka menyentakkan kampanye karena iklannya muncul bersandingan dengan konten misoginis (kebencian terhadap perempuan).

Juru bicara Nissan David Reuter mengatakan layanan iklan untuk Facebook versi Inggris telah dihentikan. Produsen mobil tersebut saat ini sedang bekerja sama dengan Facebook untuk menyisihkan penempatan iklan global pada halaman berisi konten yang menyinggung. Nationwide mengatakan telah menangguhkan iklannya di Facebook, tetapi sedang berupaya untuk mencari solusi bersama Facebook.

“Sebagai merek konsumen yang bertanggung jawab dan dipercaya, kami merasa bahwa situs seperti Facebook harus memiliki proses yang ketat dan pedoman untuk memastikan brand terlindungi dari penayangannya di samping konten yang tidak pantas,” jelas Nationwide dalam sebuah pernyataan.

Pembuat produk perawatan kulit Dove, yang iklannya juga dipajang di sebelah apa yang disebut konten misoginis, mengatakan sedang “mengurus masalah ini dengan sangat serius.”

“Kami telah aktif bekerja sama dengan Facebook selama beberapa hari terakhir untuk mengatasi masalah bahasa-kebencian berbasis gender, dan kami menyambut komitmen Facebook untuk mengambil langkah-langkah tambahan dalam menangani masalah itu,” juru bicara Dove Stacie Bright mengatakan dalam sebuah pernyataan. Facebook mengatakan telah menghapus konten yang disengketakan. “Kami telah bekerja selama beberapa bulan terakhir untuk memperbaiki sistem kami untuk menanggapi laporan pelanggaran, tetapi pedoman yang digunakan sistem ini telah gagal untuk menangkap semua konten yang melanggar standar kami,” Marne Levine, wakil presiden Facebook dari global public policy, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Kita perlu melakukannya lebih baik lagi dan kami pasti akan melakukannya.”

Fokus pada konten yang menyinggung di Facebook dipicu oleh sebuah surat terbuka yang dikirim ke jaringan sosial pekan lalu atas nama beberapa organisasi, termasuk The Everyday Sexism Project and Women, Action, dan Media. Mereka mendesak Facebook untuk mengklasifikasikan konten yang memuliakan kekerasan terhadap remaja putri dan perempuan sebagai pidato kebencian.

Surat itu mereferensikan “kelompok, halaman, dan gambar yang secara eksplisit membiarkan atau mendorong pemerkosaan atau kekerasan dalam rumah tangga atau mengisyaratkan bahwa itu adalah suatu hal untuk ditertawakan atau menjadi bual-bualan.”

Surat itu juga menyatakan bahwa “Respon Facebook terhadap ribuan pengaduan untuk mengatasi masalah ini kurang memadai. Anda (Facebook) telah gagal membuat pernyataan publik menangani masalah ini, menanggapi pengguna yang bersangkutan, atau menerapkan kebijakan yang akan memperbaiki situasi.” (Nis)

31 May 2013 11:00

Sumber : http://www.usatoday.com (29/5/2013)