Selular.ID -

YouTube Shorts Berubah, Video Reupload Terancam Sepi Penonton

BACA JUGA

Selular.ID – YouTube mengubah sistem rekomendasi Shorts dengan memberikan prioritas lebih besar kepada konten orisinal, sekaligus menekan distribusi video reupload yang minim kreativitas.

Kebijakan baru ini berpotensi mengubah strategi kreator yang selama ini mengandalkan potongan atau unggahan ulang konten milik orang lain.

YouTube mengumumkan pembaruan tersebut pada 1 Oktober 2026.

Platform milik Google itu mengatakan perubahan dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memberikan kesempatan lebih besar kepada kreator orisinal untuk berkembang.

Baca juga:

“Untuk meningkatkan pengalaman Shorts bagi semua orang, kami memperbarui sistem rekomendasi untuk lebih memprioritaskan konten orisinal dan mengurangi jangkauan konten yang diunggah ulang dari kreator lain tanpa menambahkan sesuatu dari Anda sendiri,” tulis YouTube dalam blog resminya, dikutip Rabu (7/10/2026).

Video Reupload Bisa Kehilangan Jangkauan

Perubahan algoritma YouTube Shorts tersebut terutama menyasar kanal yang sebagian besar kontennya berasal dari agregasi atau unggahan ulang video kreator lain.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Jika tidak memberikan perubahan maupun nilai tambah yang signifikan, video berpotensi mendapatkan distribusi lebih rendah di Shorts Feed.

Artinya, strategi mengambil video yang sudah populer kemudian sekadar mengunggahnya kembali semakin sulit digunakan untuk mengejar jumlah penonton.

YouTube juga menegaskan perubahan teknis sederhana atau penggunaan template yang hanya membuat video terlihat berbeda tidak otomatis dianggap sebagai kontribusi kreatif.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa YouTube mulai memberi bobot lebih besar pada unsur kreativitas kreator, bukan hanya kemampuan sebuah video mempertahankan perhatian pengguna.

Bukan Berarti Dilarang Pakai Video Orang Lain

Meski demikian, YouTube tidak sepenuhnya melarang kreator menggunakan cuplikan video milik kreator lain.

Konten tersebut masih bisa digunakan selama kreator memberikan nilai tambah yang berarti. YouTube memberikan beberapa contoh, seperti menambahkan komentar orisinal, penyuntingan unik, hingga membangun storytelling baru.

Kreator juga didorong menghadirkan perspektif dan suara mereka sendiri dalam video.

Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar apakah sebuah Shorts menggunakan materi orang lain, melainkan seberapa besar kontribusi kreatif yang diberikan pembuat video terhadap materi tersebut.

Kreator Shorts Harus Ubah Strategi

Kebijakan ini menjadi peringatan bagi kreator yang membangun kanal dengan mengandalkan video viral milik pihak lain.

Alih-alih sekadar memotong, mengganti musik, menambahkan subtitle, atau memasukkan video ke dalam template berbeda, kreator kini perlu memberikan alasan mengapa versi mereka memiliki nilai tersendiri bagi penonton.

Komentar, analisis, reaksi dengan perspektif baru, narasi, hingga teknik editing yang benar-benar mengubah cara sebuah cerita disampaikan bisa menjadi semakin penting.

Sebaliknya, akun yang hanya berfungsi sebagai “mesin reupload” berisiko semakin sulit mendapatkan eksposur melalui Shorts Feed.

Konten Orisinal Makin Diuntungkan

YouTube mengatakan pembaruan sistem rekomendasi Shorts tersebut sejalan dengan kebijakan yang sebelumnya sudah diterapkan di platform.

Tujuan akhirnya adalah memastikan kreator yang menghasilkan konten original YouTube Shorts mempunyai kesempatan lebih besar mendapatkan jangkauan sekaligus membangun audiens.

Perubahan ini juga menunjukkan persaingan mendapatkan penonton Shorts kini tidak cukup hanya dengan mengikuti tren atau menemukan video viral lebih cepat.

Bagi kreator, kreativitas, perspektif pribadi, dan kemampuan memberikan nilai baru pada sebuah konten kini berpotensi menjadi semakin menentukan apakah sebuah video mendapatkan tempat di Shorts Feed atau justru tenggelam dari rekomendasi.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU