Selular.ID – Oppo A7 Pro Series 5G menjalani serangkaian pengujian untuk memastikan ketahanan fisik, performa, dan kesehatan baterai dalam penggunaan jangka panjang.
Oppo menguji perangkat melalui simulasi penggunaan hingga enam tahun, termasuk pengujian software aging, ketahanan baterai hingga 2.000 siklus pengisian, serta berbagai uji benturan, air, debu, dan temperatur ekstrem.
Pengujian tersebut menjadi bagian dari pendekatan durability Oppo pada A Series yang tidak hanya berfokus pada ketahanan perangkat terhadap benturan.
Oppo juga mengevaluasi kemampuan smartphone mempertahankan kelancaran performa dan kondisi baterai setelah digunakan serta diisi ulang berulang kali.
“Durability bagi kami tidak selesai ketika smartphone berhasil melewati drop test. Tantangan berikutnya adalah bagaimana perangkat yang sama tetap nyaman digunakan setelah bertahun-tahun. Karena itu, pada Oppo A7 Pro Series 5G kami juga menguji performa dan baterainya untuk penggunaan jangka panjang. Inilah evolusi berikutnya dari durability A Series,” ujar Jiang Linlin, Chief Marketing Officer Oppo Indonesia.
Uji Performa hingga Enam Tahun
Oppo A7 Pro Series 5G menjalani OPPO’s 6-Year Smoothness Test untuk mengevaluasi kemampuan perangkat mempertahankan pengalaman penggunaan dalam jangka panjang.
Salah satu pengujian yang dilakukan adalah software aging test, yang mensimulasikan kondisi perangkat setelah digunakan selama bertahun-tahun.
Pengujian tersebut melibatkan lebih dari 40 aplikasi dari berbagai kategori yang umum digunakan sehari-hari, termasuk aplikasi e-commerce, game, messaging, dan media sosial.
Oppo menggunakan simulasi tersebut untuk melihat bagaimana sistem perangkat menangani penggunaan berulang dalam periode panjang.
Dari sisi software, Oppo membekali perangkat dengan Extended Use Care 2.0 untuk membantu mengoptimalkan sistem berdasarkan pola penggunaan.
Sementara itu, ColorOS Smoothness Boost melalui pembaruan OTA atau over-the-air digunakan untuk membantu mempertahankan kelancaran pengalaman penggunaan dari waktu ke waktu.
Pengujian juga dilakukan sejak perangkat berada di lini produksi. Oppo menggunakan mesin otomatis dan teknologi AI untuk membantu mendeteksi ketidaksesuaian selama proses perakitan.

Setelah proses perakitan selesai, perangkat menjalani Robot Arm Testing. Pengujian otomatis ini mencakup sejumlah komponen dan fungsi, mulai dari pengisian daya, GPS, Wi-Fi, antena, audio, hingga kamera.
Rangkaian pengujian tersebut membuat quality control tidak hanya berfokus pada kondisi perangkat ketika pertama kali digunakan.
Oppo juga mengevaluasi bagaimana perangkat dapat mempertahankan fungsi dan pengalaman penggunaan dalam jangka panjang.
Baterai 10.000mAh Diuji 2.000 Siklus

Selain performa, Oppo menguji ketahanan baterai sebagai bagian dari klaim penggunaan jangka panjang. Oppo A7 Pro Max 5G dibekali baterai berkapasitas 10.000mAh yang ditujukan untuk mendukung penggunaan intensif sehari-hari.
Di Quality Control Lab, baterai menjalani simulasi pengisian dan pengosongan daya atau charge-discharge. Pengujian dilakukan hingga 500 siklus untuk mengevaluasi kestabilan pengisian dan kapasitas baterai.
Oppo juga melakukan pengujian pada kondisi lingkungan panas dan lembap. Baterai diuji pada temperatur 55 derajat Celsius dengan kelembapan 90–95 persen selama 14 hari untuk mengevaluasi kestabilannya dalam kondisi tersebut.
Untuk penggunaan jangka panjang, Oppo menyatakan baterai A7 Pro Series 5G dirancang mempertahankan battery health di atas 80 persen setelah 2.000 siklus pengisian penuh. Menurut Oppo, angka tersebut setara dengan penggunaan hingga enam tahun.
Oppo juga menyediakan Asuransi Kesehatan Baterai. Apabila kondisi kesehatan baterai turun di bawah 80 persen selama periode perlindungan, pengguna dapat memperoleh satu kali penggantian baterai resmi secara gratis melalui aplikasi MyOppo, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Diuji Jatuh, Air, Debu hingga Suhu Ekstrem

Ketahanan fisik tetap menjadi bagian dari pengujian A7 Pro Series 5G. Oppo menjalankan sejumlah simulasi untuk merepresentasikan kondisi yang dapat terjadi selama penggunaan sehari-hari.
Dalam Free Fall Test, perangkat dijatuhkan dari ketinggian satu meter sebanyak 24 kali. Sementara itu, Roller Drop Test dilakukan sebanyak 150 kali dan Microdrop Test mencapai 24.000 kali.
Oppo juga menguji ketahanan konektor USB terhadap penggunaan berulang.
Ketahanan terhadap air dan debu turut menjadi bagian dari pengujian. IPX8 Water Soaking Test dilakukan dengan merendam perangkat pada kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Perangkat juga menjalani pengujian debu selama delapan jam.
Pengujian lingkungan dilakukan dalam kondisi yang lebih ekstrem.
Oppo menguji perangkat pada temperatur hingga 65 derajat Celsius serta menjalankan Cold and Thermal Shock Testing dengan rentang temperatur dari -40 hingga 75 derajat Celsius.

Serangkaian pengujian tersebut dilakukan untuk mengevaluasi ketahanan perangkat terhadap perubahan kondisi penggunaan.
Setelah melalui berbagai tahapan pengujian, perangkat masih harus menjalani Outgoing Quality Control (OQC) sebelum dikemas dan dikirimkan kepada konsumen.
Oppo menempatkan rangkaian pengujian tersebut sebagai bagian dari pengembangan durability A Series.
Pendekatan ini mencakup tiga aspek utama, yakni ketahanan fisik, kemampuan mempertahankan performa, serta daya tahan baterai.
Oppo A7 Pro Series 5G sendiri dijadwalkan hadir di Indonesia. Oppo belum mengungkap harga, ketersediaan, dan tanggal peluncuran resmi perangkat tersebut di pasar Indonesia.
Informasi mengenai ketiga aspek tersebut akan diumumkan perusahaan dalam waktu dekat.
Baca Juga: OPPO Find X10 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Siapa Lebih Ganas?


