Selular.ID -

Bukan Cuma Saham TLKM, Ini Ukuran Sukses Dirut Telkom

BACA JUGA

Selular.ID – Pergantian Dian Siswarini dari posisi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memunculkan spekulasi mengenai faktor yang melatarbelakangi keputusan pemegang saham.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pergerakan harga saham TLKM selama kepemimpinannya.

Namun, Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai harga saham TLKM tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menentukan berhasil atau tidaknya seorang Direktur Utama Telkom.

Menurut Heru, evaluasi terhadap perusahaan sebesar Telkom harus menggunakan parameter yang jauh lebih luas, mulai dari kinerja keuangan, operasional hingga keberhasilan menjalankan transformasi perusahaan.

Baca juga:

“Ya kita jangan menggunakan satu indikator saja. Pendapatan dan laba penting untuk melihat kesehatan bisnis, tetapi belum cukup,” ujar Heru kepada Selular, Jumat (2/10/2026).

Saham TLKM Bukan Satu-satunya Ukuran

Heru mengatakan indikator lain yang harus diperhatikan mencakup pertumbuhan pelanggan, kualitas jaringan, efisiensi perusahaan, monetisasi aset, arus kas, pertumbuhan bisnis baru hingga kepuasan pelanggan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Transformasi digital dan kemampuan menciptakan nilai dalam jangka panjang juga menjadi bagian penting dalam menilai keberhasilan manajemen Telkom.

Harga saham TLKM tetap relevan karena Telkom merupakan perusahaan publik. Pemegang saham tentu memiliki kepentingan terhadap peningkatan nilai investasi yang mereka tanamkan.

“Harga saham juga penting sebagai cerminan ekspektasi pasar, tetapi sangat dipengaruhi kondisi makroekonomi dan faktor eksternal sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja seorang Dirut,” jelas Heru.

Karena itu, menurutnya, naik atau turunnya harga saham TLKM tidak bisa langsung dilekatkan kepada Dian Siswarini.

Pergerakan saham juga dipengaruhi suku bunga, kondisi perekonomian, sentimen pasar, tingkat persaingan industri telekomunikasi hingga kebijakan pemerintah.

“Pergantian pimpinan karena tekanan pasar dapat rasional, tetapi harus berdasarkan evaluasi jangka panjang, bukan sekadar fluktuasi harga saham,” tegasnya.

Heru Soroti Total Shareholder Return Telkom

Heru bahkan mengingatkan bahwa indikator pasar Telkom tidak seluruhnya menunjukkan gambaran negatif.

Menurutnya, pada 2025 Telkom melaporkan Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7%, yang terdiri atas capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%.

“Jadi saham adalah salah satu indikator penting, tetapi harus dibaca bersama fundamental perusahaan,” kata Heru.

Ia juga menyoroti kondisi pasar saham secara lebih luas yang ikut mengalami tekanan akibat faktor eksternal.

“Kalau saham turun, sampai sekarang hampir semua saham juga belum rebound. Rata-rata pemegang saham sebelum perang di Iran masih merugi di atas 40%, yang memang angka variatif untuk tiap emiten,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut memperkuat pandangan Heru bahwa pergerakan saham TLKM tidak berdiri sendiri sehingga kurang tepat apabila digunakan sebagai bukti tunggal bahwa kepemimpinan Dian dianggap gagal.

TLKM 30 Jadi Ujian Sesungguhnya

Heru justru melihat agenda transformasi Telkom sebagai salah satu ukuran yang lebih penting.

Telkom tengah menjalankan agenda TLKM 30 yang mencakup operational excellence, streamlining, unlocking value, serta perubahan model operasi.

Program tersebut menyentuh struktur dan arah bisnis Telkom dalam jangka panjang sehingga hasilnya tidak selalu bisa langsung tercermin melalui pergerakan saham dalam periode singkat.

“Jadi ukuran keberhasilannya harus dilihat sebagai kombinasi kinerja keuangan, operasional dan keberhasilan transformasi,” jelas Heru.

Nanang Hendarno yang kini menggantikan Dian sebagai Direktur Utama Telkom juga mendapat tugas mempercepat sejumlah agenda tersebut, terutama streamlining dan penciptaan nilai dari aset perusahaan.

Dengan demikian, pertanyaan apakah harga saham TLKM menjadi penyebab Dian Siswarini diganti belum dapat dijawab hanya berdasarkan pergerakan saham.

Terlebih, tidak ada keterangan dalam pernyataan Heru yang membuktikan bahwa harga saham merupakan alasan resmi pemegang saham mengganti Dian.

Yang lebih relevan adalah melihat apakah pergantian kepemimpinan mampu mempercepat transformasi Telkom sekaligus meningkatkan fundamental dan nilai perusahaan bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU