Selular.ID – Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi meluncurkan fitur Pintu Futures Lite.
Mode perdagangan derivatif terbaru ini dirancang dengan antarmuka yang lebih sederhana serta alur transaksi minimalis untuk mempermudah investor pemula maupun menengah dalam mengakses produk investasi berleverage secara aman.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pintu untuk memperluas inklusi dan adopsi trading derivatif kripto di Indonesia.
Kehadiran Pintu Futures Lite sekaligus melengkapi jajaran produk perusahaan, menjadi opsi yang lebih mudah diakses berbarengan dengan fitur Pintu Futures Pro yang ditujukan bagi investor tingkat lanjut (advanced).
Andy Putra, Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, menjelaskan bahwa Pintu Futures Lite hadir sebagai pintu masuk bagi trader yang ingin memanfaatkan instrumen leverage dengan navigasi yang ramah pengguna.
Fitur ini dirancang untuk memangkas kompleksitas perdagangan derivatif tanpa mengabaikan aspek proteksi dan manajemen risiko investor.
“Melalui Pintu Futures Lite, trader dapat membuka posisi Long atau Short dalam tiga langkah dengan tetap mengedepankan pengelolaan risiko, seperti melalui Isolated Margin, Take Profit, maupun Stop Loss. Kami berharap fitur ini dapat menjadi jembatan inklusi sekaligus pengalaman awal yang aman bagi trader baru,” ujar Andy.
Perusahaan mengusung skema transaksi tiga langkah dalam fitur baru ini. Langkah pertama, pengguna menentukan arah pergerakan harga dengan memilih posisi Long jika memprediksi harga aset akan naik, atau Short jika memproyeksikan harga akan turun.
Langkah kedua, pengguna memasukkan besaran margin dan menentukan rasio leverage melalui slider interaktif hingga maksimal 25 kali lipat dari modal awal, disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Pada langkah ketiga, setelah posisi aktif, sistem akan menampilkan pemantauan portofolio secara real-time.
Pada tahap ini, pengguna dapat langsung mengaktifkan fitur perlindungan seperti Take Profit (TP) untuk mengunci keuntungan dan Stop Loss (SL) untuk membatasi potensi kerugian langsung dari layar detail transaksi.
Mendorong Inklusi di Tengah Pertumbuhan Pasar Derivatif
Desain antarmuka tunggal (single-screen) dan mekanisme kontrol risiko otomatis menjadi pembeda utama Pintu Futures Lite di industri kripto domestik.
Pintu menilai kesederhanaan alur transaksi ini sangat krusial untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap instrumen keuangan yang relatif kompleks.
Peluncuran fitur ini bertepatan dengan tingginya dominasi volume perdagangan derivatif dibandingkan pasar spot, baik di tingkat global maupun domestik.
Laporan 2026 Q2 kripto Industry Report dari CoinGecko mencatat volume perdagangan derivatif kripto global pada kuartal kedua 2026 mencapai US12,7triliun.
Jauh melampaui perdaganganspot yang berada diangka US1,95 triliun pada periode yang sama.
Trend serupa juga terjadi di dalam negeri. Data Bursa Kripto CFX mencatat bahwa hingga April 2026, nilai transaksi pasar derivatif kripto di Indonesia telah menembus angka Rp4,4 triliun.
Angka ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap instrumen derivatif sebagai sarana akumulasi aset maupun mitigasi risiko portofolio.
Komitmen Edukasi dan Manajemen Risiko
Di samping menyederhanakan akses transaksi, Pintu menekankan pentingnya literasi finansial sebelum pengguna memutuskan bertransaksi menggunakan fitur leverage.
Manajemen perusahaan mengimbau agar pengguna senantiasa menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) mengingat tingkat volatilitas dan risiko tinggi yang melekat pada produk derivatif.
Ke depan, Pintu berencana mengintegrasikan fitur edukasi secara langsung di dalam aplikasi serta menambah variasi aset digital yang dapat diperdagangkan melalui mode Pintu Futures Lite.
Baca Juga:Pintu Trading Competition Pacu Volume xStocks 551%
Langkah pengembangan ini dilakukan guna memastikan pertumbuhan pasar kripto di Indonesia berjalan selaras dengan pemahaman risiko yang memadai dari para pelaku pasar.



