Selasa, 28 Mei 2024
Selular.ID -

Ambisi Terbaru Mark Zuckerberg: AI Dalam Segala Hal, di Mana Saja dan Kapan Saja

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg menggunakan laporan pendapatan Q1-2014 untuk menguraikan rencana untuk mengaktifkan AI di seluruh produk dan layanannya.

Sehingga setiap pengguna kelak dapat menggunakan layanan AI dari Meta Platform pada segala hal, di mana saja dan kapan saja.

Meski demikian, pendiri Facebook itu, memperingatkan bahwa langkah ini mungkin memerlukan waktu untuk meningkatkan keuntungan.

“Bisnis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sedang melonjak, namun prosesnya untuk mendulang profit masih butuh waktu bertahun-tahun”, ujar Mark.

Mark menyebutkan, asisten chatbot Meta Platform yang didukung oleh Model Bahasa Besar (Large Language Model/LLM) Llama 3 terbarunya akan disematkan di layanan WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

Zuckerberg mengatakan perusahaannya yakin bot tersebut “sekarang menjadi asisten AI paling cerdas yang dapat Anda gunakan secara bebas”.

Selain menggunakannya untuk menangani pertanyaan, Zuckerberg yakin AI dapat digunakan untuk menyediakan layanan yang memungkinkan pembuat konten dan pengguna untuk terlibat satu sama lain, untuk dukungan pelanggan, pembelian, dan pengkodean internal.

Baca Juga: Qualcomm Rilis Pengoperasian Model AI Meta Llama 3 di Perangkat yang Ditenagai Snapdragon

Zuckerberg memandang hasil yang dicapai sejauh ini “sebagai tonggak penting lainnya dalam menunjukkan bahwa kita memiliki bakat, data, dan kemampuan untuk meningkatkan infrastruktur guna membangun model dan layanan AI terkemuka di dunia,”.

Pencapaian itu membuatnya percaya bahwa perusahaan “harus berinvestasi lebih banyak secara signifikan” pada tahun-tahun mendatang untuk membangun model yang lebih canggih dan layanan berskala terbesar di dunia.

Dia mencatat bahwa diperlukan waktu beberapa tahun sebelum Meta Platforms memperoleh manfaat dari investasi AI-nya.

“Sisi positifnya, setelah layanan AI baru kami mencapai skala besar, kami memiliki rekam jejak yang kuat dalam memonetisasi layanan tersebut”.

Meta Targetkan 3,2 Milyar Pengguna AI

Meta Platforms juga tetap fokus pada perluasan metaverse, meskipun unit Reality Labs-nya tetap berada di zona merah selama Q1 dengan kerugian sebesar $3,8 miliar, turun dari $3,9 miliar pada periode serupa tahun 2023.

Pendapatan unit ini meningkat 30 persen menjadi $440 juta.

Pendapatan keseluruhan sebesar $36,4 miliar meningkat 27 persen, sementara laba bersih meningkat 117 persen menjadi $12,3 miliar.

CFO Susan Li mengatakan pendapatan iklan meningkat 27 persen menjadi $35,6 miliar, sebagian didorong oleh peningkatan 20 persen dalam jumlah tayangan yang ditayangkan.

Zuckerberg mengatakan Meta Platforms memperkirakan lebih dari 3,2 miliar orang menggunakan setidaknya satu aplikasinya setiap hari dan mereka melihat pertumbuhan yang sehat di pasar AS.

Keseriusan Meta Platforms dalam menggarap AI memang tidak main-main. Raksasa teknologi itu, akan menggelontorkan modal pada 2024 lebih tinggi dari proyeksi awal. Meski begitu, Meta juga menyebut pendapatannya di kuartal II justru akan lebih rendah.

Perkiraan Meta, pendapatannya periode April-Juni berkisar US$ 36,5 miliar-US$ 39 miliar, atau di angka rata-rata US$ 37,8 miliar. Angka itu lebih rendah dari prediksi London Stock Exchange  Group (LSEG), US$ 38,3 miliar.

Pada saat yang sama, induk usaha dari Facebook, Instagram dan WhatsApp ini justru menaikkan perkiraan belanja modalnya.

Dana itu akan Meta gelontorkan bagi investasi kecerdasan buatan (AI) terbaru dan infrastruktur komputasi. Meta akan menaikkan target total pengeluaran 2024 ini menjadi berkisar US$ 96 miliar-US$ 99 miliar, dari proyeksi awal US$ 94 miliar hingga US$ 99 miliar.

Baca Juga: Meta AI Ambisi Saingi ChatGPT dan Copilot

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU