Jumat, 14 Juni 2024
Selular.ID -

Dua Negara Tetangga Dekat Indonesia Raup Untung Berkat Cip

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Dua negara tetangga dekat Indonesia, yakni Malaysia dan Singapura meraup untung.

Pasalnya, para raksasa cip dunia membangun pabrik di Malaysia dan Singapura.

Raksasa cip dunia seperti Intel dan Bosch membangun pabrik di Malaysia, sedangkan GlobalFoundries di Singapura.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan tanggapan terkait para raksasa cip dunia yang membangun pabrik di Malaysia dan Singapura.

TONTON JUGA:

Produsen cip terbesar di dunia seperti Intel, Bosch, Infenion Jerman, dan GlobalFoundries mengumumkan beberapa investasi miliaran dolar di Malaysia dan Singapura.

Sementara itu, Indonesia memiliki pabrik cip di Batam yakni PT Infineon Technologies.

Baca juga: Chipset Mediatek Helio G91 SoC Untuk Kinerja Cepat Smartphone Entry Level

Ini merupakan perusahaan asal Jerman yang masuk ke Tanah Air sejak 1996.

Perusahaan itu berdiri di atas lahan 83 ribu meter persegi atau setara dengan 11 lapangan bola.

PT Infineon Technologies Batam terletak di kawasan Batamindo Industrial Park, Batam.

PT Infineon Technologies Batam ekspansi area produksi dengan membeli real estate dari PT Unisem di Kawasan Industri Batamindo Industrial Park pada 2022.

Ini untuk memenuhi permintaan cip yang meningkat. Permintaan cip melonjak di tengah tren kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

Di tengah tren ini, Malaysia dan Singapura meraih investasi dari raksasa produsen cip dunia.

Baca juga: Indosat Gandeng NVIDIA Ciptakan Infrastruktur AI Berdaulat

Infenion Jerman bahkan mengumumkan dua investasi miliaran euro untuk pabrik cip di Malaysia.

Ketika ditanya soal ada tidaknya rencana pembangunan pabrik cip lain di Indonesia, Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria mengatakan pemerintah terbuka bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengembangkan atau memproduksi.

“Kami welcome saja kalau ada yang mau membangun pabrik atau lainnya,” kata Nezar, di Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Nezar mengatakan Indonesia memiliki sumber daya alam yang mengumpuni untuk membuat cip seperti timah dan kandungan kimia lainnya.

Menurut dia, hilirisasi digital Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.

“Hanya perlu dikolaborasikan dengan industri yang ingin mengembangkan cip atau infrastruktur pendukung teknologi digital termasuk AI,” kata dia.

Simak berita menarik lainnya dari Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU