Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

WNI Jangan Kaget Jika ke China, WhatsApp hingga YouTube Diblokir

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Bagi warga Indonesia yang ingin berpergian untuk urusan pekerjaan atau wisata ke China, jangan kaget jika tidak bisa membuka WhatsApp.

Tidak hanya WhatsApp yang merupakan produk dari Meta, tetapi juga platform lainnya dari Meta hingga Google.

Misalnya saja Facebook, Instagram, Google, Gmail, YouTube, bahkan hingga X (dahulu Twitter).

Hal ini karena Pemerintah China memblokir semua akses untuk produk dari negara Amerika Serikat.

TONTON JUGA:
@selular.id

Wow!! #tabletrasalaptop bener gak ya? Huawei MatePad 11 2023 ini diklaim udah kaya laptop banget, penasaran cek videonya👍 #huawei #matepad11 #2023 #tablet #terbaru2023 #infogadget #indonesia #terbaru2023 #fyp #selularid

♬ Vibes – ZHRMusic

Namun belum banyak warga Indonesia yang mengetahui bahwa untuk di negara China, Google diblokir oleh pemerintah setempat.

Alasan pemblokiran yang Pemerintah China lakukan sebagai upaya mengontrol informasi yang dikonsumsi oleh rakyatnya.

Baca juga: Gelontoran Dana Besar-besaran Warnai Perang Chip AS Vs China

Sebab negara bersistem komunis ini memiliki sistem kontrol informasi yang ketat, dan tidak mengizinkan rakyatnya mengakses konten dari dunia luar.

Namun bukan berarti penduduk China tidak bermedia sosial.

Untuk memenuhi hasrat rakyatnya dari negara berpenduduk lebih dari 1,4 miliar tersebut, pemerintah China mendorong pengusaha dalam negeri untuk menciptakan semua aplikasi yang diblokir dengan versi mereka sendiri.

Untuk berselancar mencari informasi di dunia maya pada tahun 2000 mereka menciptakan Baidu sebagai pengganti Google, bahkan mereka memiliki aplikasi bernama Baidu Maps sebagai pengganti Google Maps.

Pada tahun 2010 mereka meluncurkan Youku Tudou sebuah aplikasi untuk video streaming, yang merupakan pengganti Youtube.

Dan sebagai pengganti Facebook, Twitter dan Instagram, perusahaan di China menciptakan media sosial bernama Weibo, yang pada tahun 2019 lalu sudah tercatat sebanyak 480 juta pengguna aktif.

Baca juga: Guru Jadi Profesi yang Paling Banyak Gunakan Pinjol

Ada juga aplikasi bernama Didi Chuxing, sebuah aplikasi yang mirip dengan Gojek, Grab kalau di Indonesia.

Yang mana pada tahun 2019 Didi Chuxing sudah memiliki 550 juta pengguna dengan 10 juta pengemudi.

Untuk urusan email, warga Tiongkok menggunakan perangkat lunak bernama QQ. Contohnya adalah bla.bla.bla@qq.com

Namun ada dua aplikasi ciptaan China yang mampu menembus pasaran dunia, yaitu WeChat dan TikTok.

Kedua aplikasi ini tentu dapat digunakan dengan leluasa di negara asalnya.

Namun bagi kita warga negara Indonesia, tidak perlu khawatir jika ingin berpergian ke negeri China, karena saat ini beberapa perusahaan komunikasi yang ada di Indonesia memiliki paket roaming yang mana ketika kita membeli paket tersebut sudah bisa menggunakan seluruh aplikasi yang diblokir oleh pemerintah China.

Namun ini hanya khusus untuk warga asing yang sudah membawa SIM Card dari negaranya, tidak berlaku untuk warga lokal China.

Baca juga: Membandingkan Jumlah BTS 5G di China dan Indonesia, Bagai Bumi dengan Langit

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU