Sabtu, 20 April 2024
Selular.ID -

Seperempat Pengguna Kencan Online Mengalami Penguntitan Digital

BACA JUGA

Selular.ID – Menurut penelitian terbaru Kaspersky, mengungkapkan data mengejutkan tentang tingkat penyalahgunaan digital.

Survei ini diklaim telah mewawancarai 1000 orang di 21 negara di seluruh dunia, terutama para pengguna data online sangat antusias untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri dalam pencarian cinta.

Namun, meskipun hampir seperempat responden (23%) mengatakan bahwa mereka pernah mengalami semacam penguntitan online dari orang yang baru mereka kencani, mereka masih rentan terhadap peningkatan jumlah penguntitan dan pelecehan di hari Valentine ini karena risiko yang ditimbulkan oleh pengaturan lokasi, privasi data dan lebih luas lagi, berbagi secara berlebihan (oversharing).

Jenis kekerasannya beragam, dengan lebih dari sepertiga (39%) responden pernah melaporkan beberapa bentuk kekerasan atau pelecehan yang dilakukan oleh pasangannya saat ini atau sebelumnya, 16% responden pernah menerima email atau pesan yang tidak diinginkan dan mungkin yang paling memprihatinkan, 13 % telah difilmkan atau difoto tanpa persetujuan mereka.

Sebanyak 10% lainnya mengakui bahwa lokasi mereka telah dilacak, 10% mengakui bahwa akun media sosial atau email mereka telah diretas, dan yang mengkhawatirkan, 7% telah memasang perangkat penguntit (stalkerware) di perangkat mereka tanpa persetujuan.

Secara proporsional, lebih banyak responden perempuan yang pernah mengalami beberapa bentuk kekerasan atau pelecehan dibandingkan responden laki-laki (42% berbanding 36%).

Fakta mengkhawatirkan lagi, lebih banyak dari mereka yang saat ini berpacaran pernah mengalami kekerasan atau pelecehan dibandingkan dengan mereka yang sudah menjalin hubungan jangka panjang (48% berbanding 37%).

Faktanya, 34% responden mengatakan mereka khawatir akan kemungkinan dikuntit secara online, dan responden perempuan sedikit lebih khawatir terhadap prospek tersebut dibandingkan laki-laki (36% merasa khawatir dibandingkan dengan 31% responden laki-laki).

Gambarannya juga berbeda secara global, dengan lebih banyak dari mereka yang mengalami beberapa bentuk penguntitan online berasal dari wilayah Amerika Selatan dan Tengah serta Asia, 42% responden di India melaporkan beberapa bentuk penguntitan online di India, begitu pula 38% di Meksiko dan 36% di Argentina.

David Emm, selamu Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky berpendapat “Internet atau dunia yang terhubung, adalah hal yang brilian dan menawarkan segudang kemungkinan. Namun seiring dengan adanya peluang, muncul pula ancaman dan salah satunya adalah kemudahan akses terhadap data yang dapat dilacak yang membuat kita rentan terhadap penyalahgunaan”,

“Meskipun kesalahan atas perilaku mengerikan ini tidak pernah ditujukan kepada korban, sayangnya mereka masih enggan untuk mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko.” Tambahnya.

Baca juga : Tangkal Serangan Phishing Saat Online Dating

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU