Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

CIMB Niaga Lapor Laba Sebelum Pajak Rp8,4 Triliun di 2023

BACA JUGA

Selular.ID – PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) melaporkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp8,4 triliun pada tahun 2023, naik sebesar 27% secara tahunan dan menghasilkan earnings per share Rp259,45.

Sementara, untuk laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik BNGA membukukan Rp6,47 triliun pada 2023, tumbuh 28,41% secara tahunan (year on year/yoy), dibandingkan tahun sebelumnya Rp5,04 triliun.

Baca juga: RUPSLB CIMB Niaga Setujui Penerbitan Saham Baru

Mengutip laporan keuangan BNGA, pendapatan bunga naik 16,68% yoy menjadi Rp22,30 triliun dari sebelumnya Rp19,11 triliun. Beban bunga pun membengkak 58,8% yoy menjadi Rp8,95 triliun pada akhir tahun 2023.

Lantas, pendapatan bunga bersih tercatat turun tipis 0,91% yoy dari Rp13,47 triliun menjadi Rp13,35 triliun pada akhir Desember 2023.

Dari sisi kualitas kredit, CIMB Niaga pun mampu menurunkan rasio gross NPL nya menjadi lebih baik. Dari tahun 2022 sebesar 2,8% menjadi 2% di 2023.

Adapun, kontribusi kredit terbesar masih berasal dari kredit korporasi yang mencapai Rp 83,4 triliun. Segmen tersebut juga mengalami pertumbuhan tinggi hingga 11,7% YoY.

Pertumbuhan kredit tertinggi tercatat terjadi di segmen syariah yang mencapai 17%. Pembiayaan di segmen syariah tercatat sebesar Rp 55,2 triliun.

Sementara itu, kredit konsumer menjadi yang paling lambat dalam hal pertumbuhan. Sebab, kenaikannya hanya 6,9% YoY dengan nilai tetap besar mencapai Rp 71,8 triliun.

Era suku bunga tinggi tampaknya cukup mempengaruhi beban bunga yang harus ditanggung. Tercermin dari beban bunga yang naik 58,79% YoY menjadi Rp 13,35 triliun.

Untungnya, pada periode yang sama, CIMB Niaga mampu meningkatkan rasio dana murahnya menjadi 63,9% dari tahun sebelumnya di 63,6%. Di mana, Dana Pihak Ketiga (DPK) CIMB Niaga tumbuh 3,8% YoY atau senilai Rp 235,9 triliun.

Adapun, salah satu penopang pertumbuhan laba tampaknya lebih didorong oleh kenaikan pendapatan berbasis komisi di periode tersebut. Pada pos pendapatan tersebut, nilainya naik 30,7% menjadi Rp 3,15 triliun.

Baca juga: CIMB Niaga Optimalkan Layanan Digital, Permudah Transaksi Nasabah Jelang Nataru 2024

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU