Rabu, 24 April 2024

Adopsi Kecerdasan Buatan Meningkatkan Penjualan di Sektor Telekomunikasi

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Penggunaan kecerdasan buatan telah meningkatkan penjualan sekitar dua pertiga profesional telekomunikasi yang disurvei untuk raksasa teknologi Nvidia.

Hampir seperlima mengatakan pertumbuhan pendapatan dari AI berada di atas 10% pada area bisnis tertentu. Hanya 10% responden dalam survei terhadap lebih dari 400 profesional yang mengatakan perusahaan mereka tidak menggunakan AI.

Nvidia, yang pada Rabu (14/2/2024) melampaui induk perusahaan Google, Alphabet, sebagai perusahaan AS paling bernilai ketiga, telah mengalami lonjakan bisnis pasokan chip AI ketika perusahaan-perusahaan berlomba untuk mengadopsi teknologi tersebut.

Sekitar 66% responden survei mengatakan perusahaan mereka akan meningkatkan investasi AI pada 2024, naik dari 47% dalam survei yang dilakukan tahun sebelumnya.

“Kami mulai mendapatkan angka-angka aktual, nyata, angka-angka yang bermakna seputar dampak (AI),” kata kepala pengembangan bisnis global Nvidia untuk bidang telekomunikasi, Chris Penrose, seperti dilaporkan Reuters.

Meningkatkan pengalaman pelanggan adalah prioritas utama bagi perusahaan telekomunikasi dalam hal AI, dengan hampir separuh responden menunjuk pada aspek ini, dan pengurangan biaya dan peningkatan produktivitas pekerja merupakan faktor penting lainnya.

Baca Juga: Berdasarkan Riset AI, 62% Bisnis Berpotensi Adopsi Kecerdasan Buatan

Seperti halnya Nvidia, kajian yang dilakukan lembaga riset, juga menunjukkan trend serupa. Adopsi Kecerdasan Buatan (AI) melonjak di sektor telekomunikasi, lapor Cavell, sebuah perusahaan riset dan konsultasi yang berspesialisasi dalam industri telekomunikasi.

Data baru dari Telecoms Buyer Report terbaru mereka, yang mengumpulkan wawasan dari lebih dari 1.500 pembeli telekomunikasi, mengungkapkan bahwa 58% pembeli telekomunikasi di Inggris, AS, dan Eropa berniat untuk memasukkan kemampuan AI ke dalam produk mereka.

Laporan sebelumnya pada 2023 juga menunjukkan bahwa 70% perusahaan sedang atau berencana menetapkan kebijakan penggunaan AI.

Selain itu, hampir 44% responden mengungkapkan bahwa perusahaan mereka telah menerapkan solusi yang memanfaatkan AI atau didefinisikan sebagai ‘AI-enabled’.

Berdasarkan survei tahunan yang telah dilakukan sejak 2019, peran C-suite semakin meningkat dalam proses pengambilan keputusan untuk layanan telekomunikasi, dengan CEO atau Presiden memberikan masukan pada 33% perusahaan.

Selain itu, 20% responden menyebutkan bahwa mereka kini menyertakan seluruh karyawan mereka dalam pengambilan keputusan di bidang telekomunikasi.

Mengenai penerapan AI dalam bidang telekomunikasi, ditemukan bahwa perusahaan-perusahaan AS tampaknya lebih fokus pada peningkatan analisis dan manajemen data (26%), sementara perusahaan-perusahaan Inggris memiliki proporsi yang sama yang secara khusus bertujuan mengurangi kesalahan manusia.

Mengomentari temuan penelitian ini, Finbarr Begley, Analis Senior di Cavell, menyatakan: “AI dalam komunikasi bukan lagi teknologi masa depan, melainkan sudah ada sekarang. Dampaknya sudah terlihat dan mulai menemukan jalannya menuju berbagai solusi yang bisa dibayangkan.

Hal ini juga mendorong perluasan dan penyempurnaan kebijakan AI dengan cepat karena pemasok diminta untuk memperjelas penggunaan AI mereka sendiri dan menjamin bahwa tidak ada penyalahgunaan yang terjadi di mana pun dalam rantai pasokan.”

Menariknya, masih ada beberapa keraguan mengenai AI, dengan kekhawatiran utama adalah bahwa penerapannya di masa depan mungkin melanggar peraturan privasi dan perlindungan pelanggan (28%). Khususnya di Inggris, terdapat kekhawatiran bahwa karyawan akan menyalahgunakan AI (26%).

Baca Juga: Trend Megacity: Shanghai Jadi Kota Percontohan Berbasis Blockchain dan Kecerdasan Buatan

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU