Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

Ambil Alih Tokopedia, TikTok Ancam Posisi Shopee Sebagai Penguasa Pasar E-Commerce Indonesia

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Pada Senin (4/12), TikTok mengumumkan bahwa pihaknya telah menggelontorkan $840 juta untuk membeli sebagian besar unit e-commerce GoTo, Tokopedia.

Keputusan tersebut dilakukan TikTok setelah Indonesia melarang belanja online di platform media sosial pada September, dengan alasan perlunya melindungi usaha kecil dan data pengguna.

Dengan kesepakatan tersebut, TikTok diperkirakan kini menguasai sekitar 75% kepemilikan di Tokopedia.

Kedua perusahaan mengatakan kemitraan mereka akan dimulai pada hari Selasa dengan periode percontohan yang dilakukan melalui konsultasi erat dan pengawasan oleh regulator terkait.

“Kami akan memberikan waktu uji coba selama tiga hingga empat bulan karena teknologi bukanlah hal yang mudah. Mungkin diperlukan upaya untuk menyempurnakannya,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

“Tujuan utamanya (uji coba) adalah untuk membantu para penjual agar mereka dapat menjalankan usahanya kembali (setelah penghentian sementara TikTok Shop),” ujarnya.

Zulkifli mengatakan kementerian akan mengaudit dan menilai kemitraan tersebut setelah masa uji coba, dan menambahkan bahwa peraturan tersebut bertujuan untuk melindungi usaha kecil yang mempekerjakan 90% tenaga kerja di negara tersebut.

Baca Juga: TikTok Masih Jual Barang Impor Harga Grosir, Pemerintah Geram

TikTok berupaya menjadikan 125 juta basis penggunanya di Indonesia menjadi sumber pendapatan e-commerce yang signifikan.

Pasanya, nilai barang dagangan bruto e-commerce di negara ini diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi $160 miliar pada tahun 2030.

Para analis mengatakan kesepakatan dengan Tokopedia, platform e-commerce terbesar di Indonesia dengan sekitar 67 juta pengguna, akan membantu TikTok menjadi pemain dominan di Indonesia.

Anak perusahaan Bytedance itu, menghadapi pesaing-pesqing terkuat di bisnis ini. Seperti Shopee yang dimiliki oleh Sea yang berkantor pusat di Singapura dan Lazada yang dimiliki oleh raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba.

Analis Jefferies mengatakan dalam sebuah catatan bahwa program percontohan ini diharapkan memberikan pengalaman pengguna yang sama seperti sebelumnya dengan TikTok Shop, mengingat laju pertumbuhannya yang cepat di Indonesia.

Mereka mengatakan total nilai transaksi online TikTok Shop meningkat tiga kali lipat menjadi $6 miliar pada tahun ini sebelum pelarangan, sebuah pencapaian yang membutuhkan waktu 10 tahun bagi Tokopedia untuk mencapainya.

Dilansir dari laman CNBC, Shopee dan Tokopedia bersaing ketat menjadi raja ecommerce di Indonesia. Keduanya memimpin pasar belanja online yang nilainya mencapai US$ 51,9 miliar atau nyaris menyentuh Rp 775 triliun sepanjang 2022.

Berdasarkan hasil riset Momentum Works, Indonesia masih menjadi pasar terbesar belanja online di Asia Tenggara.

Sekitar 52 persen dari nilai produk yang dijual (gross merchandise value /GMV) di Asia Tenggara terjadi di pasar Indonesia.

Indonesia dikuasai oleh dua platform ecommerce terbesar milik dua konglomerasi teknologi raksasa regional, yaitu Shopee dan Tokopedia.

Shopee, anak usaha Sea Ltd yang bermarkas di Singapura, menguasai 36 persen dari total GMV ecommerce RI. Tokopedia yang kini telah merger dengan Gojek menjadi GoTo, menguasai 35 persen GMV.

Dua ecommerce berikutnya juga bersaing ketat di papan tengah, yaitu Bukalapak dan Lazada. Keduanya membukukan market share 10 persen pada 2022.

Bukalapak, seperti halnya GoTo, kini sudah melepas sahamnya ke publik. Di sisi lain, Lazada kini merupakan perusahaan regional yang 100 persen sahamnya dikuasai oleh Alibaba.

Baca Juga: Sudah Gandeng Tokopedia, Jajannya Tetap di Aplikasi TikTok, Kok Gitu?!

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU