Melongok Peta Penyebaran eSIM di Seluruh Dunia

teknologi eSIM

Selular.ID – Pola komunikasi masyarakat telah berkembang begitu banyak selama bertahun-tahun. Semua itu terjadi karena inovasi yang terus berlanjut. Sehingga berdampak pada kecepatan yang tak pernah diduga dari sebelumnya.

Setelah era telepon kabel dan mesin faks, kita sekarang berada di era aplikasi Pemrograman Antar Muka atau API (Application Programming Interface), yang mungkin tidak nyata bagi sebagian orang.

Dalam hal API, teknologi eSIM menjadi sangat krusial. eSIM tersemat berukuran kecil yang tidak mengharuskan Anda melepasnya dari ponsel saat berganti operator.

Untuk diketahui, eSIM adalah SIM elektronik atau tertanam. Alih-alih kartu fisik, teknologi SIM terpasang langsung ke ponsel Anda. Ini adalah chip berukuran mini yang digunakan untuk mengautentikasi identitas Anda dengan operator selular.

Kini sebagian besar produsen ponsel seperti Google, Apple, dan Samsung telah mendukung eSIM, berkat fitur serbaguna dalam konektivitas selular.

Statistik menunjukkan bahwa pasar smartphone eSIM telah mencapai setidaknya 1,2 miliar unit pada 2021. GSMA memperkirakan penetrasi smartphone eSIM bakal melebihi 42% pada 2025 mendatang.

Menurut kajian Juniper, nilai pasar eSIM global akan melonjak dari $4,7 miliar pada 2023 menjadi $16,3 miliar pada 2027.

Keputusan Apple menawarkan iPhone 14 khusus eSIM di AS pada November tahun lalu dengan dukungan operator setempat, rupanya mempercepat adopsi terhadap perangkat tersebut.

Baca Juga: Gegara iPhone 14, Adopsi eSIM Diprediksi Bakal Melonjak Tajam

Memang tidak semua penyedia layanan di AS menggunakan eSIM saat ini, tetapi mungkin hanya masalah waktu saja.

Lagi pula, teknologi eSIM sekarang tersedia di sekitar 40 negara, yang merupakan lompatan besar sejak diperkenalkan pada 2012.

Adopsi eSIM memang semakin meluas. Tercatat, selain AS, eSIM telah didukung oleh T-Mobile (Austria dan Republik Ceko), Bell (Kanada), Hrvatski Telekom (Kroasia), Deutsche Telekom dan Vodafone (Jerman), Magyar Telekom (Hungaria), Airtel dan Reliance Jio (India), Vodafone (Spanyol), dan EE (Inggris).

Di China, iPhone XS dan XS Max hadir dengan slot SIM yang akan menampung dua SIM. Untuk saat ini, kompatibilitas eSIM di China sangat terbatas. Meskipun China Telecom dan China Mobile telah memperkenalkan dukungan eSIM, namun terbatas pada beberapa kota saja.

Dengan lebih banyak orang yang menggunakannya dan lebih banyak model telepon yang dirancang untuk menggabungkan eSIM, konsumen dan bisnis akan menemukan cara baru untuk memanfaatkan teknologi baru ini. teknologi nirkabel digital.

Bagaimana dengan Indonesia? Rupanya Smartfren telah mengadopsi eSIM sejak 2019. eSIM Smartfren bisa digunakan di perangkat jenis iPhone XR, iPhone XS, iPhone XS Max, iPhone 11, iPhone 11 Pro, iPhone 11 Pro Max, dan iPhone SE.

Dengan menggunakan eSIM, iPhone yang hanya menyediakan satu slot di perangkatnya, kini bisa jadi dual SIM card.

eSIM Smartfren dibanderol Rp 180 ribu yang sudah termasuk kuota 90 GB terdiri dari 45 GB kuota utama dan 45 GB kuota malam. Adapun masa aktifnya terbilang panjang, mencapai 360 hari.

Langkah Smartfren dalam menghadirkan eSIM kemudian diikuti oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Operator terbesar kedua di Indonesia itu, yang secara bertahap mulai menawarkan eSIM kepada para pelanggannya sejak akhir 2022.

Berbeda dengan IOH dan Smarfren, dua operator lain, yaitu Telkomsel dan XL Axiata sejauh ini masih “wait and see”.

Perubahan dari Dual SIM ke eSIM

Ada banyak perkembangan dalam teknologi SIM, dengan sebagian besar berfokus pada ukuran dan efektivitas. Dual SIM sudah menjadi fitur standar di banyak model smartphone, terutama untuk negara-negara yang belum terlalu menguasai teknologi eSIM.

Ini memiliki tujuan yang sama untuk memberikan kemudahan pengguna telepon, memungkinkan penggunaan dua nomor kontak dari operator yang berbeda.

Namun, keduanya beroperasi sedikit berbeda. Dual SIM mengandalkan memiliki dua slot kartu SIM yang ada yang dapat diakses secara fisik.

Alternatifnya, eSIM dapat membantu pengguna mengaktifkan beberapa paket (misalnya, untuk penggunaan bisnis, pribadi, dan perjalanan) dan beralih secara digital karena sudah terintegrasi ke dalam sistem telepon.

Perlu dicatat di sini bahwa perangkat paling sukses dengan eSIM adalah iPhone dengan model iPhone 12, 11, SE, XR, dan XS yang hadir dengan fitur eSIM. Belakangan, saat Apple memperkenalkan iPhone 14, popularitas eSIM semakin meningkat.

Masa Depan eSIM

Memiliki eSIM yang sudah menjadi bagian dari sistem menghilangkan hambatan untuk membuka telepon atau bahkan mendapatkan kartu SIM fisik, yang dapat menarik bagi banyak pengguna.

Digital telah mengambil hampir setiap ruang karena hanya menghemat lebih banyak waktu dalam jangka panjang. Ini juga akan menjadi bagian integral dari peningkatan berkelanjutan konektivitas 5G.

Selain kemudahan, itu juga mengubah cara produsen membuat perangkat mereka. Tanpa perlu membuat ruang untuk kartu SIM, kita dapat berharap untuk melihat model yang lebih ramping dan lebih ringan.

Menghubungkan perangkat bersama-sama juga bisa lebih mudah saat teknologi eSIM mengambil alih tablet dan komputer juga.

Singkatnya, eSIM membawa banyak manfaat yang hanya akan semakin dikenal di masa depan. Dengan pendukung seperti Google dan Apple, lebih banyak lagi merek yang pasti akan mengikuti revolusi digital ini karena trennya terus meningkat.

So, apakah smartphone Anda sudah menggunakan eSIM?

Baca Juga: Alasan XL Axiata Masih Belum Terapkan eSIM: Masih Pikirkan UMKM