Jalan Berliku Suntik Mati TV Analog: Digagas Tifatul Sembiring, Diteruskan Rudiantara, Dituntaskan Johny G. Plate

Jalan Liku TV Analog
Menteri Kominfo dari waktu ke waktu

Selular.ID – Setelah mengalami beberapa kali penundaan, program migrasi TV analog ke teknologi digital (Analog Switch Off/ASO), pada akhirnya dapat berjalan sesuai rencana.

Meski masih terdapat pro dan kontra, pemerintah secara bertahap mulai menghentikan siaran TV analog yang selama ini berjalan di frekwensi 700 Mhz.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, peralihan analog ke digital, dilakukan pada Rabu, 2 November 2022.

Jabotabek menjadi area pertama yang tak lagi menerima siaran TV digital. Menyusul kemudian wilayah-wilayah lain Indonesia. Kominfo menilai ekosistem siaran digital di 14 kabupaten/kota di Jabodetabek sudah siap, sehingga layak dijadikan pilot project.

Kehadiran TV digital memang sudah menjadi keharusan. Pasalnya, negara-negara lain di dunia sudah lama hijrah. Di lingkup ASEAN, bersama dengan Timor Leste, Indonesia menjadi negara yang paling telat dalam menjalankan ASO.

Melongok ke belakang, ASO sejatinya bukan program baru. Program strategis mulai muncul di era Menkominfo Tifatul Sembiring (2009 – 2014) dan coba dilanjutkan oleh Rudiantara (2014 – 2019).

Sayangnya, meski telah berganti dua pejabat, peralihan frekuensi 700 Mhz untuk lebih banyak dimanfaatkan, tidak hanya penyiaran namun informasi kebencanaan dan layanan internet tak semudah yang dibayangkan.

Baca Juga :Resmi Mati! Bye-bye Siaran TV Analog

Pasalnya, frekuensi tersebut sejak lama diduduki oleh penyedia layanan TV analog. Karena menyangkut bisnis bernilai triliunan rupiah, para pengusaha televisi (yang sejatinya sudah untung banyak) tak rela begitu saja untuk melepas frekuensi tersebut untuk kemudian hijrah ke layanan TV digital.

Sebelumnya Kementerian Kominfo haqul yakin, peralihan TV analog ke digital dapat tuntas pada akhir 2017. Dari program digitalisasi televisi itu, kelak frekuensi 700 MHz akan memiliki digital dividen sebesar 112 MHz.

Refarming sebesar 112 MHz di frekuensi 700 MHz itulah yang nantinya akan digunakan untuk aplikasi pendidikan dan kebencanaan, serta jaringan teknologi selular berbasis data dan aplikasi, seperti 4G LTE dan 5G di Indonesia.

Namun sayangnya, rencana itu menemukan banyak hambatan. Pada 2015, Mahkamah Agung (MA) malah membatalkan Peraturan Menteri Kominfo No. 22/2011 tentang Penyelenggaraan Televisi Digital yang sudah diketok palu oleh Tifatul Sembiring.

Hal ini sesuai dengan permohonan judicial review oleh Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATVJI). Keputusan MA itu tentu saja berdampak pada kekosongan hukum. Sehingga program ASO kembali jalan di tempat.

Baca Juga :TV Analog Dimatikan, Berikut STB Tersertifikasi Kominfo

Setelah peralihan kepemimpinan dari Tifatul ke Rudiatara, Kominfo masih berupaya melanjutkan program ASO. Rudiantara bahkan menargetkan program TV Digital bisa kelar pada 2018 agar frekuensi 700 MHz bisa dioptimalkan untuk layanan broadband.

Namun ketiadaan payung hukum, termasuk mandeknya RUU Penyiaraan di DPR, membuat target Rudiantara dalam menuntaskan ASO, hanya sekedar impian belaka. Lagi-lagi tanpa dukungan dan kekuatan politik, pemerintah harus kembali menunda ASO.

Setelah bertahun-tahun dijegal oleh ATVJI,  di era kedua pemerintahan Presiden Jokowi, peralihan TV analog ke digital pada akhirnya menjadi kenyataan.

UU Cipta Kerja yang diterbitkan pada 20 Oktober 2020, menjadi landasan hukum bagi Menkominfo Johny G. Plate menggolkan program ASO sesuai ketentuan yang berlaku. Kali ini para pengelola jaringan TV analog tak memiliki landasan hukum untuk kembali melakukan manuver seperti sebelumnya.

Baca Juga :Menghitung Keuntungan Refarming Spektrum 700 Mhz, Dari Penyedia TV Analog ke Operator Selular

Terlepas dari persoalan politis, suka tak suka, peralihan itu adalah keniscayaan. Pasalnya, Indonesia menjadi negara yang terbilang terlambat dalam program ASO, khususnya pemanfaatan spektrum 700 Mhz yang bertahun-tahun sebelumnya digunakan para penyelenggara siaran TV analog.

Padahal, frekuensi 700 Mhz sudah lama menjadi andalan layanan lalu lintas data untuk internet. Ekosistem pada pita itu pun terbilang matang, baik untuk 4G maupun 5G.

Dengan dimulainya program ASO secara bertahap, pemerintah berharap ekonomi berbasis digital akan semakin berkembang. Menkominfo Johny G. Plate menyatakan migrasi siaran TV analog ke TV digital akan berdampak terhadap peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Dampak ini timbul sebagai rambatan ekonomi hasil efisiensi pasca-refarming digital 112 MHz dalam spektrum frekuensi 700 MHz.

“Menurut Boston Consulting Group, dampak ke PNBP pada kisaran Rp 7 triliun per tahun atau lebih dari 70 triliun, sekitar 77 triliun per 10 tahun masa lisensi,” ujar Johnny dalam tayangan YouTube, Kamis, 3 November 2022.