Tokocrypto, Pemain Kripto Lokal Pertama yang PHK Karyawan

Selular.ID – Badai PHK di lingkungan start up belum terlihat tanda-tanda mereda. Kini giliran industri fintech, khususnya kripto yang terpaksa melakukan rasionalisasi terhadap karyawan.

Tokocrypto yang merupakan platform perdagangan aset kripto, terpaksa melakukan perubahan strategi bisnis. Salah satunya dengan mengurangi 20% dari total 225 karyawannya atau sekitar 45 orang. Hal ini diungkapkan oleh VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani.

“Langkah internal yang diambil adalah mentransfer beberapa karyawan kepada bisnis unit yang telah menjadi entitas berbeda yaitu T-Hub dan TokoMall, penyesuaian jumlah karyawan sekitar 20% dari 227 karyawan dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis,” ungkap Rieka dalam keterangan tertulis, Rabu (21/09/2022).

Perubahan yang ditempuh  Tokocrypto, merupakan langkah penyesuaian dengan kondisi saat ini, diambil berdasarkan analisa dan prediksi yang telah dilakukan oleh manajemen dalam mengantisipasi kondisi pasar kripto dan ekonomi global yang berkepanjangan, imbuh Rieke.

Sejalan dengan keputusan tersebut, Tokocrypto akan memperkuat kembali bisnis utama sebagai exchange platform serta memisahkan T-Hub dan TokoMall menjadi entitas yang berbeda.

T-Hub sendiri merupakan wadah komunitas aset digital & blockchain. Sementara TokoMall adalah platform NFT marketplace.

Baca Juga: Dukung Industri Digital Kreatif di Indonesia, Tokocrypto Ciptakan NFT Marketplace TokoMall

Meski pemain seperti Tokocryto terpaksa melakukan PHK demi menyesuaikan perkembangan bisnis saat ini, industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mencatat hingga Juni 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai 14,6 juta, naik dari akhir 2021 hanya 11,2 juta.

“Secara angka investor kripto dalam negeri masih bisa terus tumbuh. Saat ini angkanya masih sekitar lebih dari 4 persen dari jumlah populasi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Penetrasi kripto bisa dioptimalkan ke seluruh wilayah Indonesia,” jelas Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) Teguh Kurniawan Harmanda, Jumat (22/7/2022).

Diketahui, saat ini Kementerian Perdagangan RI, juga tengah dalam proses mendirikan bursa aset kripto, lembaga kliring dan kustodian untuk mendukung ekosistem aset kripto Indonesia.

Baca Juga: Jumlah Investor Kripto di Surabaya Mencapai 211 Ribu

Harmanda juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong industri kripto.

“Keterbukaan pemerintah ini sangat baik untuk pertumbuhan industri kripto. Terlebih saat ini sudah ada regulasi yang tegas terkait perdagangan kripto sebagai komoditi,” kata pria yang akrab disapa Manda itu.