PINTU Pastikan Keamanan Investor Jadi Prioritas Perusahaan

pintu kripto

Selular.ID – Di tengah positifnya aset crypto, muncul kekhawatiran terkait keamanan. PINTU sebagai wadah investasi beri jaminan terhadap isu tersebut.

Belakangan investor sedang risau terkait, keamanan pedagang aset crypto itu sendiri, aset yang akan diinvestasikan, hingga regulasi yang mengatur untuk perlindungan.

PINTU mengupas secara mendalam pada  podcast bertajuk “Aman Gak Sih Crypto?” bersama Timothius Martin, Chief Marketing Officer PINTU dan Malikulkusno Utomo, General Counsel PINTU.

Dalam isi Podcast tersebut, imothius Martin, CMO PINTU mengungkapkan, keamanan investasi crypto harus melihat faktor dari legalitas dan portofolio perusahaan.

Baca Juga: 6 Benefit dari PINTU di Fitur PTU Staking, Ada Gratis Tiket Bioskop!

“Bicara tentang keamanan investasi crypto kita perlu melihat beberapa faktor, yaitu dari sisi legalitas pedagang aset crypto tersebut wajib terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan diawasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).” Ungkap Timo.

Faktor berikutnya adalah kita lihat bagaimana kinerja dari perusahaan atau pedagang aset crypto itu sendiri, dan bisa kita nilai juga dari feedback yang diberikan oleh user.” Terang CMO Pintu.

Lalu Timo menjelaskan bagaimana upaya PINTU dalam menjaga keamanan investasi crypto pada taraf standar internasional.

Baca Juga: Pintu Beri Edukasi Dalam Investasi di Tengah Volatilitas Pasar Kripto

“Kami bekerja sama dengan kustodian kelas dunia untuk menjaga aset crypto milik pengguna yang ada di PINTU. Berbagai kustodian ini menyimpan aset di cold wallet, sebuah tempat penyimpanan aset crypto yang bersifat offline atau tidak terhubung dengan internet.” Jelas Timo dalam Podcast.

“Maka itu, aset yang ada di PINTU memiliki tingkat keamanan berstandar kelas dunia sehingga belasan juta investor crypto di Indonesia tidak perlu khawatir tentang keamanan asetnya.” Tambahnya

Data dari Bappebti jumlah investor crypto hingga Juni 2022 mencapai 15,1 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp212 triliun.

Halaman Selanjutnya:

Perlindungan investor crypto….