Canalys: Pengiriman Smartphone Dunia Q2 2022 Turun 9% Faktor Resesi Ekonomi

smartphone 2022
Illustrasi smartphone

Selular.ID – Laporan terbaru Canalys (19/07), mengungkap  pengiriman smartphone global Q2 2022 turun 9%. Akibat permintaan yang lemah, karena resesi ekonomi.

Penurunan tersebut membuat para vendor kelebihan pasokan dan inflasi yang melonjak. Menjadi kabar meresahkan di pasar smartphone Q2 2022.

canalys Q2 2022

Canalys juga mengungkap bahwa Segmen kelas menengah harus lebih berjuang dari yang diharapkan.

Biasanya penuh sesak, dan sekarang penjualan bahkan lebih lamban karena konsumen cenderung mencari perangkat yang lebih murah.

Baca Juga: Ini Raja HP Dunia Pada Kuartal 1 Tahun 2022 Menurut Canalys

Analis Riset Canalys Runar Bjørhovde., Dengan inflasi yang melonjak dan tumpukan persediaan mengakibatkan vendor harus menilai kembali portofolio mereka di sisa tahun 2022.

“Hambatan ekonomi, permintaan yang lesu, dan tumpukan inventaris telah mengakibatkan vendor dengan cepat menilai kembali strategi portofolio mereka untuk sisa tahun 2022.“

Ia menambahkan dengan kelebihan pasokan di kelas menengah harus kembali lakukan penyesuaian. Dengan menarik konsumen dengan dana terbatas.

“Kelas menengah yang kelebihan pasokan adalah segmen terbuka bagi vendor untuk fokus menyesuaikan peluncuran baru, karena konsumen dengan anggaran terbatas mengalihkan perangkat mereka pembelian menuju ujung bawah.”

Baca Juga: Canalys: Oppo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Sepanjang 2021

Penurunan 9% juga dipengaruhi oleh permintaan yang sangat tinggi dua belas bulan lalu atau tahun lalu.

Ada permintaan yang terpendam, setelah tahun 2020 yang sulit, sementara pendapatan konsumen saat ini beralih ke produk, bukan elektronik.

Analis Canalys Toby Zhu, menjelaskan bahwa meski pasokan komponen sedang memembaik, tapi ada masalah baru seperti masalah impor di negara berkembang.

kata “Sementara pasokan komponen dan tekanan biaya mereda, beberapa kekhawatiran tetap ada dalam logistik dan produksi, seperti pengetatan undang-undang impor beberapa pasar negara berkembang dan prosedur bea cukai yang menunda pengiriman.” Kata Zhu

Ia menilai, mungkin kedepannya vendor haru melakukan promosi untuk mengurangi penumpukan produk yang menjadi masalah saat ini.

“Dalam waktu dekat, vendor akan berupaya mempercepat aksi jual menggunakan promosi dan penawaran sebelum peluncuran baru selama musim liburan untuk mengurangi tekanan likuiditas saluran.” Tambahnya.

“Namun berbeda dengan permintaan yang terpendam tahun lalu, pendapatan konsumen yang dapat dibelanjakan telah dipengaruhi oleh melonjaknya inflasi tahun ini.” Tutup Zhu.