Seperti Filipina, Indonesia Terjebak Pada 5G “Suam-Suam Kuku”

Selular.ID – Pandemi covid-19 yang merebak pada awal 2020, tak menyurutkan langkah operator untuk mengembangkan teknologi 5G.

Seperti diketahui, layanan 5G telah resmi diperkenalkan oleh tiga operator selular pada 2021. Dimulai oleh Telkomsel (Mei), Indosat (Juli), dan XL Axiata (November).

Peluncuran tersebut menunjukkan, operator-operator Indonesia bisa lebih cepat menggelar 5G. Meski banyak tantangan terutama dari sisi ketersediaan spektrum, infrastruktur jaringan, dukungan peraturan dan kebijakan, serta permintaan potensial untuk 5G.

Dengan tingkat latensi yang sangat rendah (kurang dari 1 milidetik), kecepatan akses data yang tinggi dan konsisten (kurang lebih 100Mbps) di berbagai cakupan areanya, kehadiran 5G dapat menciptakan peluang bagi model bisnis dan industri baru.

Seperti industri 4.0 (manufaktur, transportasi, logistik, pelabuhan, pertambangan, serta retail), Internet of Things (IoT), dan lainnya.

Begitu pun di sektor pemerintahan, 5G dapat mendorong pengembangan smart city yang dapat mempermudah hidup masyarakat.

Baca Juga: Selular Uji Kecepatan 5G di Jakarta E-Prix 2022

Mulai dari moda transportasi yang lebih aman dan terintegrasi hingga penerapan IoT yang lebih luas di berbagai sektor pengembangan kota dan kebijakan publik.

Dari sisi bisnis, layanan 5G terlihat sangat menjanjikan. Laporan Ericsson bertajuk “Harnessing the 5G Consumer Potential“, mengungkapkan bahwa perusahaan teknologi di Indonesia bisa meraih sampai US$44,2 miliar atau sekitar Rp624 triliun pada 2030.

Sebesar 39% atau US$17,7 miliar (sekitar Rp250,4 triliun), dihasilkan dari adopsi jaringan 5G, di mana sebanyak 47% atau US$8,2 miliar (Rp116 triliun) berasal dari operator selular.

Senada dengan Ericsson, kajian ITB (Institut Teknologi Bandung) menyebutkan kehadiran 5G bisa menimbulkan multiplier effect yang luar biasa.

Tak tanggung-tanggung, berkat 5G, ekonomi Indonesia bisa terdongkrak hingga Rp 2.800 triliun pada 2021 – 2030. Nilai ini setara dengan 9,5% PDB. 5G diyakini akan menciptakan ruang investasi yang sangat besar ke depannya.

Di sisi pemerintah, teknologi 5G juga dapat membantu menjembatani kesenjangan digital. Terutama Jawa dan luar Jawa. Sehingga akan meningkatkan kemampuan dan literasi masyarakat untuk menggunakan teknologi secara lebih adaptif.

Baca Juga: Kominfo Ungkap Rencana Percepatan Komersialisasi 5G di Indonesia

Halaman berikutnya

Kendala Infrastruktur dan Keterbatasan Frekwensi