Kominfo Ungkap Rencana Percepatan Komersialisasi 5G di Indonesia

Aju Widya Sari Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kominfo
Aju Widya Sari Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kominfo

Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) memiliki sejumlah rencana percepatan komersialisasi 5G di Indonesia.

Aju Widya Sari Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kominfo memaparkan, rencana percepatan 5G perlu dilakukan dengan pertimbangan bertambahnya bidang usaha yang bisa dimasuki oleh teknologi 5G dari penyelenggara jaringan bergerak seluler.

Munculnya layanan terkustominasi yang sangat dibutuhkan oleh industri baik dalam bentuk jaringan dan jasa yang sangat banyak, dan sumber daya penyelenggara jaringan bergerak seluler dan menjadi terbatas.

TONTON JUGA:

“Dengan situasi seperti itu, layanan bisa jadi mahal meskipun penambahan pelanggan sangat diperlukan untuk menurunkan biaya produksi,” tegas Aju dalam acara Selular Congress 2022, Rabu (30/3/2022).

Untuk itu, Aju menjelaskan, operator mikro sangat dibutuhkan untuk percepatan komersialiasi 5G di Indonesia.

Baca juga: Jaringan 5G Membuat Baterai HP Jadi Boros? Ini Penjelasannya

“Operator mikro sangat diperlukan karena peruasahaan yang besar cenderung lambat dalam menggelar layanan inovatif, kemudian layanan operator saat ini banyak yang hanya fokus pada use case eMBB,” ujar Aju.

Lebih lanjut, Aju menuturkan saat ini pihaknya telah memiliki naskah akademis operator mikro yang bisa diterapkan untuk mempercepat komersialisasi 5G.

“Prinsip naskah akademis ini non diskriminasi, transparan, terbuka dan jangka panjang layanan,” papar Aju.

Dalam prinsip naskah akademis berisikan beberapa aturan layanan yang bisa ditawarkan operator mikro.

Satu di antara layanan operator mikro yang bisa dilakukan berdasarkan tiap model bisnis yakni layanan neutral host, layanan ritel dengan model bisnis B2C, layanan konteks khusus dengan model bisnis b2b, dan layanan vertikal dengan model bisnis b2b.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan rencana pengembangan 5G yang tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 2 Tahun 2021.

Salah satu rencananya adalah seluruh ibukota provinsi di pulau Jawa dan lima destinasi wisata super prioritas.

Kelima destinasi yakni Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Danau Toba (Sumut), Likupang (Sulut), dan Borobudur (Jateng).

Jaringan 5G direncanakan akan bisa dinikmati di seluruh wilayah pada 2023 mendatang.

Rencana lainnya adalah salah satu lokasi industri manufaktur dan ibukota negara baru yang juga akan mendapatkan sinyal 5G. Jaringan tersebut akan bisa dinikmati tahun 2024.

Sampai Maret 2022, Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata diketahui menjadi tiga operator yang telah mengantongi izin laik operasi layanan 5G dari Kementerian Kominfo.

Baca juga: Telkomsel dan XL Axiata Matikan 3G Tahun Ini, Lalu Indosat Ooredoo Huchison?