Ini Dia Eksploitasi yang Dikhawatirkan Dalam Pelaksanaan Metaverse

Metaverse

Selular.ID – Accenture, mengungkap Metaverse bermanafaat bagi organisasi, Namun ada kekhawatiran terhadap eksploitasi dalam pelaksanaannya.

Sebagai, konsultan teknologi yang sudah berdiri sejak 1988, mengungkapkan bahwa Metaverse sebagai spektrum dunia digital yang disempurnakan.

Akan menjadi realitas, dan model bisnis, sedang mendefinisikan ulang cara dunia bekerja, beroperasi, dan berinteraksi.

Karena bisnis sedang berlomba menuju masa depan  sebagaimana teknologi-teknologi baru seperti extended reality, blockchain, digital twins dan edge computing.

Tekanologi baru tersebut bergabung untuk membentuk kembali pengalaman manusia lebih baik dan baru.

Baca Juga: WIR Group Sukses Pamerkan Prototype Dunia Pendidikan Metaverse di WEF 2022

Hal itu juga berdasarkan laporan Accenture memnemukan kemajuan teknologi akan lebih berpengaruh dibandingkan dengan perubahan politik, ekonomi, dan sosial.

Accenture sendiri telah mengoperasikan metaverse-nya sendiri yang bertajuk Nth Floor.

Jadi para karyawan menggunakannya untuk berpartisipasi dalam program orientasi untuk perekrutan baru atau bertemu dan bersosialisasi sebagai tim.

Ternyata dibalik kemajuan teknologi Metaverse yang cepat, ternyata ada kekhawatiran bahwa akan disalahgunakan terhap prakteknya.

Baca Juga: Accenture: Adopsi Metaverse Sudah Positif Akan Segera Bergulir Dalam Waktu Dekat

Hal tersebut kemungkinan berada pada salah satu trend metaverse yaitu AI yang semakin merefleksikan dunia nyata.

Managing Director of Applied Intelligence Accenture, Budiono mengungkapkan bahwa kemajuan AI dikhawatirkan penyelewengan seperti penggunaan Deepfake.

“kemajuan AI menjadi salah satu trigger dari Metaverse . Tapi yang dikhawatirkan adalah penyalahgunaan seperti deepfake yang bisa mengganti mimik wajah kita dengan wajah orang lain ,” ujar Budiono.

Maka dari itu Budiono sudah memberi bocoran bahwa teknologi untuk menditeksi keaslian seperti berita sudah dalam tahap pengembangan.

“AI yang sudah disajikan oleh Xinhua itu kedepannya akan memiliki kemajuan, seperti kemajuan untuk mendeteksi hasil berita benar atau tidak” Tambah Budiono.

Karena AI menjadi top- of-mind untuk  perusahaan dan konsumen beralih dari mempertimbangkannyata versus palsu, menjadi  otentik, tidak hanya dalam hal konten dan algoritma perusahaan tetapi juga untuk keseluruhan brand perusahaan.

Baca Juga: Aplikasi Metaverse BUD Terima Suntikan Dana Rp500 Miliar Untuk Luncurkan NFT

Dengan dunia maya yang akan menjadi realitas, kini saatnya bagi para
pemimpin untuk mempersiapkan bisnis mereka dalam menghadapi tren ini.

Sebanyak 92% eksekutif Indonesia melaporkan bahwa organisasi mereka berkomitmen untuk melakukan validasi sumber data dan menggunakan otentik AI.