Penjualan PC Q1 2022 Mulai Turun Seiring Pemulihan Pandemi

PC Lenovo

Selular.ID – Pengiriman global PC menurun pada Q1 2022, faktor minat pembelian lesu karena pandemi mulai berkurang, menurut laporan perusahaan riset Gartner dan IDC.

IDC melaporkan total 80,5 juta pengiriman PC pada kuartal terakhir, dan gartnet ungkap bahwa itu lebih rendah karena penurunan 7,7% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2021.

Gartner mengatakan penurunan pengiriman Chromebook sangat membebani pasar, jika tidak termasuk Chromebook, pasar PC akan meningkat 3,3 persen dari tahun ke tahun.

IDC tidak menyertakan informasi apa pun tentang Chromebook, tetapi mencatat penurunan pembelian dari lembaga Pendidikan.

Dari pasar yang menggunakan lebih dari 40 juta Chromebook untuk guru dan siswa.

Baca Juga: GPU AMD Instinct MI210 Terbaru Sasar Aplikasi HPC dan AI Skala Besar

Lenovo masih menjadi merek PC terlaris, diikuti oleh HP, Dell, dan Apple. Namun, Dell, Apple, dan ASUS adalah satu-satunya merek yang mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Apple seharusnya dapat lonjakan setelah merilis MacBook Pro 14 dan 16 inci baru Oktober lalu, yang datang dengan chip M1 Pro dan M1 Max internal perusahaan.

Sistem desktop Mac Studio barunya datang ke pasar pada bulan Maret, memperkuat jajaran desktop Apple pada akhir kuartal terakhir dan seterusnya.

Selain itu Gartner ungkap bahwa perang di Ukraina sebagai faktor besar terhadap kurangnya pertumbuhan kuartal terakhir juga.

Baca Juga: Acer Aspire Vero National Geographic Edition, Laptop 15 Inch Ramah Lingkungan Intip Spesifikasinya

Mengingat banyak perusahaan menghentikan pengiriman perangkat keras (Hardware) mereka ke negara itu karena adanya sanksi ekonomi.

Sedangkan Ryan Reith, wakil presiden grup di IDC, mengatakan bahwa fokusnya volume PC bukan menjadi yang utama karena ada hal yang diharuskan.

“Fokusnya seharusnya tidak pada penurunan volume PC dari tahun ke tahun karena itu sudah diperkirakan.” Ujar Ryan

“Tapi harus pada industri PC yang mengelola pengiriman lebih dari 80 juta PC pada saat logistik dan rantai pasokan masih berantakan, disertai dengan berbagai tantangan geopolitik dan terkait pandemi.” Tutup Ryan