Brand-brand Lokal Cari Peruntungan di Bisnis Perangkat TV Digital

Pemerintah Suntuk Mati Siaran TV Analog 30 April, Sharp Rilis STB dengan Sertifikasi Kominfo

Selular.ID – Pasar smartphone Indonesia menyerap sekitar 40 – 50 juta unit setiap tahunnya. Kue yang terbilang besar. Jumlah itu menempatkan Indonesia di posisi keempat, setelah China, India dan Amerika Serikat.

Dengan permintaan yang terus melonjak setiap tahunnya, wajar jika brand-brand global terus menancapkan kukunya di Indonesia.

Didukung oleh kekuatan pemasaran, produksi dan jaringan distribusi, pangsa pasar brand-brand global terus meningkat setiap tahunnya. Terutama pemain asal China yang kini semakin digdaya.

Berdasarkan laporan IDC, daftar lima vendor teratas di Indonesia sepanjang 2021, didominasi oleh brand-brand China. Samsung menjadi satu-satunya brand global yang berada di posisi lima besar.

Dalam daftar itu, Oppo kembali mempertahankan posisi sebagai pemuncak dengan pangsa pasar 20,8%. Disusul Xiaomi (19,8%), Vivo (18,1%), Samsung (17,6%), dan Realme (12,2%).

Di luar lima besar itu, tiga brand China lainnya, masing-masing Itel, Tecno, dan Infinix, menjadi bagian dari pertumbunan pangsa pasar merek lainnya yang tercatat tercatat sebesar 4,7 juta unit atau tumbuh 119% (yoy).

Baca Juga: Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia Q4-2021

Meraksasanya vendor-vendor asal China, membuat brand-brand lokal keteteran. Kini tak satu pun merek lokal ada di posisi elit. Kali terakhir vendor lokal berada di lima besar terjadi pada 2017. Saat itu mampu Advan merebut posisi tiga vendor smartphone di Indonesia.

Kesulitan bersaing di pasar smartphone, membuat brand lokal tak patah arang. Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong masyarakat beralih dari TV analog ke TV digital (analog switch off/ASO), brand lokal punya kesempatan untuk mencicipi kue dari tingginya kebutuhan terhadap set top box (STB) TV digital.

Advan Digipro DVBT2 Full HD 1080p Set Top Box TV Digital Receiver Rp229.000

Secara nasional dengan diperlukannya STB sebagai alat penerima sinyal, maka peluang besar industri elektronik lokal yang akan mampu menyerap tenaga kerja untuk meningkatkan produksinya. Kemenkominfo memperkirakan jumlah STB yang perlu disiapkan untuk migrasi siaran TV analog ke digital adalah sekitar 6 – 7 juta unit.

Baca Juga: IDC: OPPO Gusur vivo Jadi Top Vendor Smartphone Indonesia 2021

Tercatat beberapa brand lokal yang sebelumnya pernah berjaya di bisnis smartphone ikutan terjun menggarap produksi STB. Selain Advan terselip nama Evercoss dan Polytron.

Dalam daftar STB yang telah tersertifikasi Kemenkominfo, Advan sejauh ini baru memiliki satu varian, yaitu DVB-10KK seharga Rp229.000. Begitu pun dengan Polytron yang membesut satu varian, PDV 600T2.

Sementara Evercoss menawarkan tiga varian STB, yaitu Evercoss STB 1, STB Pro, STB Max, STB Mini. Harganya di kisaran Rp299.000.

Merek-merek lain yang bisa jadi pilihan adalah Akari, Evinix, FreeBox, Ichiko, Kubik Arca, Matrix, Nexmedia, Nextron, Venus, dan Tanaka. Merek-merek itu dengan bandrol Rp200 – 300 ribu, menjadi bagian dari 25 model STB TV Digital resmi yang tersertifikasi oleh Kemenkominfo.

Sebagai informasi, penghentian siaran TV analog akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan pada 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan terakhir pada 2 November 2022.

Baca Juga: Daftar 5 STB TV Digital Advan dan Evercoss yang Mendapat Sertifikasi Kominfo

Kemenkominfo mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan pengecekan TV di rumah masing-masing. Bila sudah memiliki kemampuan menangkap siaran TV digital, cukup lakukan pencarian stasiun TV ulang.

Jika belum, masyarakat perlu memiliki STB. Alat ini sudah bisa dibeli, baik secara online maupun offline, dengan harga terjangkau.