Provider Internet Diharapkan Tawarkan Layanannya Secara Jujur  

provider internet jujur

Selular.ID – Guna mendukung tantangan kebutuhan dan trend maraknya layanan data berbasis video streaming, game, e-sport dan video conference, kemudian juga pemanfaatan internet ke arah metaverse yang serba virtual, ada beberapa parameter lain yang mulai kini perlu menjadi perhatian penyedia layanan internet dan kebutuhan pelanggan, yaitu latency.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, kepada Selular menyampaikan Latency sendiri adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan suatu data sampai ke tujuan, yang diukur dalam satuan milisecond (ms).

Baca juga: Tanpa Adanya Dukungan Infrastruktur, Layanan Digital Tidak Ada Artinya

“Angka latency yang bagus tentunya mendekati angka nol, dimana berarti layanannya lebih baik,” terangnya.

Terkait latency ini, berdasarkan hasil pengamatan Enciety, tiga provider menempati peringkat latency yang sangat baik (2.0 ms) yakni IndiHome, MNC Play, dan MyRepublic.

Sementara itu, posisi berikutnya ditempati Biznet (3.0 ms), Oxygen (3.0 ms), Iconnet (4.0 ms), XL Home (4.0 ms), First Media (13.0 ms), dan CBN (15.0 ms).

“Hasil yang dilaporkan Enciety tentu ke depan akan bersifat dinamis. Perubahan posisi dan angka pencapaian bisa saja terjadi. Namun dengan kebutuhan pengguna dan trend layanan, jelas terlihat bahwa ada tantangan baru dan parameter baru terkait layanan internet berkualitas tersebut,” tambah Heru.

Di era yang serba digital ini, tak dipungkiri pengguna akan memilih penyedia dengan layanan berkualitas berdasar parameter upload, download serta latency yang baik.

Baca juga: Dorong Pemanfaatan Ekosistem Digital, Mastel Desak Pembentukan UU Konvergensi Telematika

Sementara itu provider tentu ditantang untuk menyediakan layanan berkualitas secara maksimal.

“Dan melalui throughput performance, ini juga seharusnya jadi perhatian provider internet untuk menawarkan layanannya secara jujur, bukan hanya gimmick atau memberikan janji surga. Dengan posisi masyarakat sebagai pengguna yang saat ini sudah berdaya dan cerdas, pasti akan memberikan ‘hukuman’ bagi provider yang dirasakan tidak jujur akan layanannya,” tutup Heru.