Kominfo Genjot Program Literasi Digital untuk Siapkan Para Digital Talent

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong.

Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Republik Indonesia memulai gerakan nasional literasi digital.

Gerakan literasi digital nasional yang Kominfo kumandangan ini untuk mendukung transformasi digital di era ekosistem digital saat ini.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong menyatakan hal tersebut saat menjadi keynote speech di Webinar Selular Congress 2022, Kamis (31/3/2022).

Selular.ID sebagai barometer media telekomunikasi di Indonesia menggelar acara Webinar Selular Congress selama tiga hari mulai Selasa hingga Kamis (29-31/3/2022).

TONTON JUGA:

Tema dari Webinar yang berlangsung dalam tujuh sesi ini mengangkat tema besar Winning in Digital Ecosystem.

Dalam acara ini, Usman Kansong mengatakan jumlah pengguna internet di Indonesia bertambah dua juta jiwa pertahun hingga saat ini mencapai 204,7 juta jiwa dan tingkat penetrasi 73,7 persen.

Baca juga: Kominfo Ungkap Rencana Percepatan Komersialisasi 5G di Indonesia

Program Kominfo

Dari hal ini, Usman menyatakan perlu adanya program untuk mendukung transformasi digital bagi Indonesia.

“Dukungan tersebut terdiri dari empat pilar yakni pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi,” ujar Usman Kansong.

“Lalu percepatan legislasi dan penguatan hubungan internasional serta yang terakhir pengembangan digital talent,” sambungnya.

Usman menyoroti tentang digital talent Indonesia membutuhkan 9 juta digital talent dalam kurun waktu 2015-2030 menurut penelitian Bank Dunia.

Hal ini berarti dalam setahun, Indonesia membutuhkan 600 ribu orang.

Baca juga: Rekomendasi HP iPhone Terbaik 2022 dan Tips Pengecekan Saat Membelinya

Untuk itu, Kominfo melakukan gerakan nasional literasi digital untuk masyarakat luas mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.

“Dari gerakan nasional literasi digital ini memuat budaya digital, keamanan digital, kecakapan digital dan etika digital,” ungkap Usman.

Usman Kansong menyebut Kominfo juga memiliki program pelatihan digital talent atau digital talent scholarship.

Dari digital talent scholarship ini, menurutnya, ada pelatihan mulai dari pelatihan Artificial intelligence (AI) hingga big data.

Ada juga pelatihan kepemimpinan untuk pembuat kebijakan yang tentu saja untuk perkembangan transformasi digital.

“Akhir kata, adanya transformasi digital niscaya merupakan kepercayaan. Apakah kita akan terlibat atau terlibas dengan perkembangan zaman,” tandasnya.

Baca juga: Perang Tarif Operator Seluler Ketat, Bagaimana Nasib Industri Telekomunikasi?