Merek-Merek China Mencengkram Kuat Pasar Smartphone India dan Indonesia

pasar smartphone indonesia

Selular.ID – Pasar smartphone di India mencatat rekor pendapatan dan pengiriman tahun lalu meskipun ada kendala pasokan, dengan raksasa smartphone China Xiaomi memimpin, menurut laporan baru oleh perusahaan riset Counterpoint.

Tercatat, merek China menyumbang empat dari lima merek smartphone teratas di India tahun lalu. Xiaomi memiliki 24% pangsa dari total pengiriman di negara itu pada tahun 2021, diikuti oleh Samsung sebesar 18%, menurut laporan yang dirilis minggu ini. Vivo adalah pemain terbesar ketiga dengan pangsa 15%, diikuti oleh Realme dan Oppo.

Xiaomi mencapai pertumbuhan 258% di segmen smartphone premium, yang terdiri dari perangkat dengan harga di atas 30.000 rupee India (US$400).

Menurut Counterpoint, pendapatan pasar ponsel pintar India melampaui US$38 miliar pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 27% dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan tinggi di pasar ponsel pintar India adalah hasil dari “promosi dan diskon, serta opsi pembiayaan yang lebih baik”, menurut Counterpoint.

Pertumbuhan kuat pembuat telepon China di India terbilang anomali. Pasalnya ketegangan semakin meningkat antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Sejauh ini, New Delhi telah meluncurkan banyak langkah untuk meningkatkan industri teknologi dalam negeri dan ada juga reaksi konsumen terhadap perusahaan-perusahaan China menyusul beberapa perselisihan perbatasan yang disertai kekerasan.

Baca Juga: iPhone 5G Murah dan iPad Terbaru, Senjata Apple Pertahankan Dominasi Pasar

India bahkan menutup sejumlah aplikasi buatan perusahaan-perusahaan China, termasuk TikTok yang terbilang popular, karena dianggap mengancam keamanan negara.

Namun kebijakan tersebut tidak terlalu berdampak. India tetap sangat bergantung pada produk teknologi konsumen yang terjangkau. Dibuat dengan baik dan dipasok oleh vendor-vendor China.

OnePlus, merek di bawah Oppo, mencatat pengiriman tertinggi tahun lalu sementara Realme, vendor yang sebelumnya merupakan sub brand Oppo, menjadi merek dengan pertumbuhan tercepat di negara ini.

Dibandingkan dengan tahun 2020, pangsa pasar Xiaomi di India turun 2 poin persentase, tetapi pangsa Samsung, raksasa Korea Selatan, menyusut 3 poin persentase, menurut laporan itu.

Xiaomi, yang pertama kali meluncurkan ponsel di India pada 2014, mulai memproduksi ponsel secara lokal pada 2015. Pada Februari 2021, Xiaomi mengatakan bahwa 99% ponselnya sudah diproduksi di India.

Bulan lalu, Xiaomi mengatakan bahwa mereka secara aktif bekerja untuk melokalisasi pembuatan perangkat yang dapat dikenakan dan dapat didengar di India, menurut surat kabar India The Economic Times.

Namun, perusahaan teknologi China tetap berada di bawah pengawasan otoritas India. Bulan lalu, pejabat memerintahkan unit lokal Xiaomi untuk membayar pajak impor senilai 6,5 miliar rupee (US$87,80 juta) setelah penyelidikan menemukan bahwa perusahaan tersebut telah menghindari beberapa bea masuk.

India memberlakukan larangan permanen pada 59 aplikasi China, termasuk TikTok dan WeChat, pada Januari tahun lalu. Aplikasi tersebut awalnya dilarang pada Juni 2020 setelah Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India menyatakan bahwa aplikasi tersebut “merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, dan keamanan negara bagian dan ketertiban umum”.

Baca Juga: Counterpoint: Apple Rajai Penjualan Smartphone di Cina

Halaman berikutnya

Indonesia Sudah Dikuasai Brand China Sejak 2019