BAKTI Gandeng Telkomsel dan XL Axiata, Garap BTS 4G di 7.904 Desa 3T

BAKTI

Selular.ID – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pemenang mitra kerja sama Program Penyediaan Layanan Seluler BTS 4G di Wilayah 3T, yakni XL Axiata dan Telkomsel.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam, dengan Direktur Utama BAKTI Kemkominfo Anang Latif yang disaksikan Menkominfo Johnny G. Plate dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Hadiyanto.

Penandatanganan ini merupakan lanjutan dari hasil seleksi mitra kerja sama yang diumumkan pada 27 September 2021. Dalam hasil seleksi itu disebutkan BTS 4G yang dibangun di 7.904 lokasi sepanjang 2021-2022 oleh BAKTI akan diintegrasikan dengan layanan milik dua pemenang lelang tersebut.

Baca juga: 16 BTS 4G dari Total 421 di Wilayah Pelosok NTT Resmi Beroperasi

Menteri Johnny, menurutkan pekerjaan ini bukan pekerjaan yang gampang. BAKTI Kominfo ditugasi oleh negara oleh pemerintah untuk membangun 9113 BTS di 9113 desa atau kelurahan di wilayah terdepan terluar dan tertinggal di Indonesia. Tantangannya bisa berupa kondisi geografis, budaya, sampai dengan kondisi keamanan dan ketertiban.

“Namun dalam tantangan apapun, amanat dan mandat ini harus dilaksanakan dengan baik,” terangnya, dalam acara yang disiarkan secara virtual, Selasa (25/1).

Perjanjian Kerjasama ini akan berlaku sepanjang 10 tahun kedepan, dalam aspek pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur BTS 4G termasuk untuk mendapatkan dukungan pemerintah daerah dan penyediaan lahan merupakan tanggung jawab BAKTI.

Dirut BAKTI Kemkominfo, Anang Latif, sementara aspek penyediaan layanan 4G kepada pelanggan, termasuk operasi dan pemeliharaan layanan 4G secara keseluruhan merupakan tanggung jawab mitra operator seluler terpilih,” tutur.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari penugasan negara pada BLU BAKTI. Ia menuturkan, BAKTI mendapat tugas untuk membangun 9.113 BTS di 9.113 desa atau kelurahan di wilayah 3T di Indonesia.

Baca juga: 16 BTS 4G dari Total 421 di Wilayah Pelosok NTT Resmi Beroperasi

Kehadiran BTS 4G di wilayah tersebut pun diharapkan bisa mempersempit disparitas digital di Indonesia.

“Kami menginginkan equality di era disrupsi ekonomi agar masyarakat dapat terlayani dengan baik. Moto kami tidak ada yang tertinggal,” tutup Anang.