Telkomsel Cuci Gudang, 4.000 BTS Bakal Dilego Lagi ke Mitratel

Telkomsel Cuci Gudang, 4.000 BTS Bakal Dilego Lagi ke Mitratel

Jakarta, Selular.IDTelkomsel diperkirakan akan menjual kembali aset tambahan ke unit menara perusahaan induk Telkom Indonesia karena mencari peningkatan efisiensi untuk membantu menurunkan biaya dan mengelola kualitas.

Bloomberg melaporkan bahwa unit bisnis menara, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) akan membeli 4.000 situs lagi dari Telkomsel menggunakan sebagian dari $ 1,3 miliar yang berhasil dikumpulkan dalam IPO pada November 2021.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengatakan diferensiasi adalah kunci untuk menghindari terlibat dalam perang harga, menambahkan perusahaan juga melihat pergerakan jaringan serat untuk memenuhi permintaan data.

Diketahui, Telkomsel telah menjual 4.000 BTS ke Mitratel seharga Rp 6,2 triliun ($431,4 juta) pada September 2021. Penjualan serupa juga terjadi, dimana sebanyak 6.050 unit BTS dilego ke perusahaan yang sama pada 2020.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir meminta kepada Telkomsel untuk menyerahkan aset-aset yang berhubungan dengan dunia b-to-b kepada Telkom, termasuk di dalamnya tower-tower telekomunikasi.

“Telkomsel harus menyerahkan kembali semua towertower-nya ke Telkom karena ini bagian dari strategi besar,” katanya.

Menurut Erik, Telkom akan bertugas dengan sifat business to business, sementara Telkomsel akan menjadi agregator B-to-C atau business to commerce. Untuk Telkom, ia mencontohkan kerja sama 5G mining dengan PT Freeport Indonesia.

“Jadi Telkom itu b-to-b, apakah dengan sektor pendidikan, apakah dengan rumah sakit, dengan infrastruktur yang dibangun baik itu data centerfiber optic, atau cloud,” ujarnya dalam orasi ilmiah Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Sabtu (23/10/2021).

Bloomberg melaporkan bahwa, Telkomsel menghadapi persaingan yang semakin meningkat di industri selular. Apalagi pesaing terdekatnya Indosat Ooredoo telah memutuskan merger dengan Hutchison 3 Indonesia.

Saat ini  proses penggabungan tinggal menunggu persetujuan dari otoritas terkait. Jika tak ada aral melintang ditargetkan tuntas pada akhir tahun ini. Penggabungan keduanya bernilai 6 miliar dollar AS, atau lebih dari Rp 85 triliun. Operator baru hasil merger – yang disebut sebagai  Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) – akan memiliki lebih dari 100 juta pelanggan dan 25% pangsa pasar. Saat ini Telkomsel masih menjadi penguasa industri selular Indonesia. Anak perusahaan PT Telkom itu menguasai sekitar 50% pangsa pasar.