Parag Agrawal: Menambah Daftar CEO Orang India di Raksasa Teknologi AS

Parag Agrawal: Menambah Daftar CEO Orang India di Raksasa Teknologi AS

Jakarta, Selular.ID – Setelah Jack Dorsey menyatakan mundur dari jabatannya sebagai CEO Twitter dan menunjuk Parag Agrawal sebagai penggantinya yang sudah menjabat sebagai CTO (Chief Technology Officer) di Twitter.

Parag Agrawal ditunjuk oleh Dorsey, atas dasar orang kepercayaan yang sudah bekerja di Twitter sejak 2011, yang berfokus pada produk iklan diapun menjadi pemegang tahta kemepat twitter yang sebelumnya ada Jack Dorsey, yang keluar masuk dari 2006 sampai 2008 lalu menjabat lagi 2015 sampai 2021, dan kekosongan jabatan pada 2008- 2010 adalah Evan Williams, lalu ada Dick Costolo mantan CEO Twitter juga dari 2010 hingga 2015.

Untuk mengetahui persona yang dimilki Agrawal baik jenjang karir maupun sisi unik yang dimilikinya, Tim Selular telah merangkumnya dalam dengan berbagai ulasan yang menarik dimiliki oleh CEO baru Twitter tersebut, berikut ulasan tentang Parag Agrawal:

Pendidikan

Agrawal adalah seorang keturunan India yang bermigrasi ke Amerika, ia datang ke Amerika dengan pemahaman tentang nilai-nilai Timur dan Barat. Pendidikannya terdiri dari gelar di IIT-Bombay dan gelar doktor dalam ilmu komputer dari Universitas Stanford.

Perjalan Karir

Sebelum memulai karirnya di Twitter, Agrawal sudah banyak mencicipi pengalaman di dunia teknologi, karena ia pernah bekerja Microsoft, Yahoo dan AT&T Labs. Lalu pada tahun 2011 ia masuk di Twitter menjadi teknisi, yang berfokus dalam perannya, dia bekerja untuk meningkatkan pertumbuhan dan pendapatan pemirsa, ketekunannya itu berbuah karena ia mendapatkan gelar sebagai teknisi terkemuka pertama di Twitter.

Selanjutnya pada tahun 2017 adalah karir awalnya menjadi Chief Technology Officer (CTO), yang menjalin kebersamaannya dengan jack Dorsey dan memiliki Visi yang sama untuk memajukan twitter.

Penunjukan Agrawal sebagai penurus estafet dari Dorsey, pemilihan tersebut berdasarkan peran Agrawal untuk Twitter sejak ia menjadi teknisi di tahun 2011, yang menunjukan etos kerjanya selama 1 dekade ini.

Menjadi CEO termuda dari S&P 500

Setelah ditunjuk untuk menggantikan Dorsey sebagai CEO Twitter, bersamaan dengan ia menjadi CEO termuda dengan 21 Mei 1984 yang berarti berumur 37 tahun. Agrawal memiliki umur yang sama dengan Zuckeberg, namun ia lebih muda 7 hari.

BACA JUGA : Pendiri dan CEO Twitter Jack Dorsey Mengundurkan Diri

Perusahaan S&P 500 itu adalah, sebuah gabungan yang terdiri dari saham 500 perusahaan dengan modal-besar, kebanyakan berasal dari Amerika Serikat. Hal ini merupakan indeks paling terkenal yang dimiliki dan dirawat oleh Standard & Poor’s, sebuah divisi dari McGraw-Hill.

Perannya di Twitter Sangat Krusial

Agrawal sejak menjabat sebagai CTO ia memiliki banyak pengaruh besar dalam perkembangan Twitter karena Agrawal mengawasi strategi teknis Twitter, Ia juga mengerjakan proyek Twitter yang paling potensial di masa depan seperti pembelajaran mesin, cryptocurrency, dan teknologi cloud

Dengan memimpin pekerjaan untuk meningkatkan kecepatan pengembangan sambil memajukan Machine Learning di seluruh perusahaan.

Lalu ia juga mengatasi masalah tingkat tinggi seperti masalah keamanan kata sandi skala besar dan mengambil beberapa inisiatif perusahaan yang lebih berani seperti desentralisasi.

Secara perlahan Agrawal juga mendorong Twitter mendanai proyek membangun masa depan dengan mengembangkan protokol jaringan sumber terbuka dan independen untuk media sosial yang dapat digunakan oleh berbagai perusahaan Bernama Blue sky.

Selain itu ia juga pastinya akan menghadapi terpaan angin kompetisi di dunia sosial media, seperti Tiktok yang sedang naik daun di tahun ini, ada juga Youtube memiliki komunitas yang setia. Maka dari itu Agrawal harus bisa secara cepat Menyusun rencana terbaik Twitter.

Mematahkan Stereotip Budaya India

India selalu di anggap sebagai Negara yang tidak berpendidikan, karena stereotip orang Amerika yang mengatakan “mereka mengendarai taksi dan bekerja di toko 7-Eleven”. Hal itu dipatahkan oleh ditunjuknya Agrawal mendaptkan Gelar ilmu komputer dari Universitas Stanford.

Apalagi dengan ia memiliki inovasi terbaik untuk memajukan twitter kedepannya, dengan ditunjuknya ia sebagai CEO saat ini semakin meyakinkan bahwa Agrawal bukan orang India yang sembarangan.

India pun sebenarnya menjunjung tinggi Pendidikan dalam hidupnya, keluarga desa yang miskin berusaha memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak mereka karena mereka tahu itu adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Dokter dan insinyur menempati daftar profesi di India. MBA dan PhD adalah kualifikasi umum.

Masuk Daftar Orang India Berpengaruh Raksaksa Teknologi AS.

Untuk saat ini sebenarnya bukan hanya Agrawal yang menjadi orang India yang mendapatkan gelar CEO di dunia teknologi, sebelum Agrawal ditunjuk sebenarnya ada sekitar beberapa orang india yang berpengaruh di dunia teknologi Amerika Serikat. Diantaranya:

CEO Google Cloud Thomas Kurian, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Alphabet Sundar Pichai CEO Adobe Shantanu Narayen, CEO NetApp George Kurian dan masih banyak lagi.

Padahal Untuk penduduk India di Amerika hanya 1% dari populasi Negara paman Sam itu, Selain itu, hanya 6% dari tenaga kerja di Silicon Valley. Perlu diketahui Silicon Valley merupakan bagian dari kelompok minoritas berkekuatan empat juta orang, yang termasuk orang terkaya dan terdidik di Amerika.