spot_img
BerandaNewsPolicyTwitter Buat Fitur Peringatan saat Pengguna Debat Intens

Twitter Buat Fitur Peringatan saat Pengguna Debat Intens

-

Jakarta, Selular.ID – Twitter telah banyak bereksperimen dengan fitur-fitur yang terkait dengan percakapan di platform selama beberapa bulan terakhir. Pengujian terbarunya melibatkan peringatan ketika pengguna akan memasuki perdebatan panas.

Sosial media asal Amerika itu sedang melakukan pengembangan untuk menampilkan petunjuk di Android dan iOS untuk percakapan yang menurutnya bisa menjadi intens. Petunjuk itu tampaknya mengingatkan Anda tentang nilai-nilai moral dasar seperti penyampaian komunikasi sebijaksana mungkin baik verbal maupun non-Verbal.

Fitur Peringatan itu mungkin dibuat berdasarkan kasus yang banyak disosial media. Karena banyak orang-orang bertengkar tentang topik mulai dari kesadaran lingkungan hingga Politik yang mudah memberikan trigger besar bagi para netizen Indonesia. Diskusi apapun bisa memanas di situs Twitter ini.

 

Satu peringatan lain, misalnya, platform akan memperingatkan pengguna sebelum menulis tweet sesuatu yang mungkin menyinggung. Twitter juga mungkin bisa  menampilkan peringatan jika pengguna mencoba me-retweet artikel yang dianggap belum Anda baca, yang dapat membantu mengurangi penyebaran informasi yang salah. Meskipun mereka mungkin membantu mencegah beberapa tweet buruk dibagikan, daftar peringatan potensial yang terus bertambah untuk dilewati sebelum Anda tweet adalah indikator yang mengkhawatirkan dari keseluruhan pengalaman.

Baca juga :  Facebook Akan Ganti Nama Pekan Depan

Tapi hal ini sepenuhnya memberi efek yang besar, tingkat efektivitas ini pastinya memerlukan kesadaran para pengguna untuk mengurangi perdebatan yang intens karena, dengan hanya adanya peringatan tidak memberikan efek jera.

Karena selain efektivitas, ada juga banyak kesulitan teknis dalam mendeteksi diskusi yang bersifat intes.karena system AI. Jika sistem itu sedang bekerja, ia perlu memahami korelasi antara kata dan konotasi budaya dari kalimat yang digunakan dalam percakapan tertentu.

Baca juga :  Bersama OJK, Kominfo Tutup 4.873 Fintech Ilegal

Karena dengan konotasi atau Bahasa daerah yang dmiliki para pengguna bisa  membohongi algoritme untuk percaya bahwa percakapan itu tidak berbahaya. Bisa juga dengan mengubah beberapa kata, memasukkan kata-kata positif dalam kalimat yang bertujuan untuk penyampain secara sarkastik.

Twitter pada tahun lalu mulai menggunakan pembelajaran mesin untuk mengurangi toksisitas di platform. Eksperimen terbarunya tentang permintaan percakapan yang intens mungkin merupakan salah satu upaya yang lebih ambisius dalam kategori itu yang akan menguji kekuatan AI-nya di berbagai level.

spot_img

Artikel Terbaru