spot_img
BerandaNewsFinTech3 Aksi Kejam Desk Collector Pinjol Ilegal

3 Aksi Kejam Desk Collector Pinjol Ilegal

-

Jakarta, Selular.ID – Pasca penggrebekan kantor pinjol ilegal di Rukan Crown Green Lake, Cipondoh, Tangerang, beberapa perusahaan ilegal tersebut sudah diblokir Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebanyak 4.873 konten fintech online tersebut tersebar di berbagai platform seperti website, marketplace, aplikasi, media sosial dan layanan file sharing.

Tim Selular merangkum aksi penagihan yang dilakukan oleh pihak pinjol ilegal, melalui desk collector. Aksi dari desk collector tersebut sampai saat ini cukup meresahkan para nasabah yang sedang terlilit hutang.

Berikut adalah kasus dari aksi kejam para Desk Collector yang membahayakan nasabah :

  • Sebar foto vulgar nasabah

Kasus ini kejadian yang membahayakan privasi para nasabah yang sedang dalam kondisi terlilit hutang diancam oleh desk collector dengan melakukan hasil edit wajah nasabah, dalam  kondisi tanpa busana.

Desk Collector juga akan mengancam Nasabah, akan menyebar foto vulgar tersebut ke kerabat yang ada dikontak. Walupun itu hanya hasil edit, itu sudah merusak jati diri yang dimiliki oleh nasabah.

  • Mencuri data ponsel nasabah

Pinjol ilegal mencuri data pribadi dengan cara menanamkan fitur-fitur semacam spyware pada aplikasi yang dipasang oleh nasabah di perangkatnya.  fitur-fitur yang digunakan mirip spyware itu antara lain muncul dalam bentuk permintaan izin akses SMS, WhatsApp, lokasi dan juga kamera smartphone.

Hal itu digunakan para Desk collector, untuk mencegah para nasabah yang kabur, sampai bahkan melakukan pemalsuan data saat melakukan pinjaman online. Fitur yang setipe seperti spyware tersebut langsung terkoneksi oleh perangkat ponsel Nasabah.

  • Ancaman Pembunuhan dan penculikan

Kejadian ini bersamaan dengan kasus penggerebekan di kawasan BSD, karena Dedy mengakui bahwa anaknya pernah mengalami ancaman ingin dibunuh oleh Desk Collector pinjol ilegal melalui sosial media.

Karena anaknya takut maka anaknya harus mentransfer dari ATM milik dedy yang sudah menyentuh angka 100 juta. Hal itu juga terbukti karena ada mutase hasil transfer ke pihak pinjol ilegal. Ternyata transaksi itu tanpa sepengetahuan dedy.

Dari kejadian tersebut kita sebgai calon nasabah yang akan melakukan pinjaman online, harus  pastikan selalu platform pembiayaan tersebut sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses secara mudah melalui website OJK di www.ojk.go.id. Karena Pinjol Terdaftar dan Berizin Saat ini terdapat 107 pinjol terdaftar dan berizin OJK.

Pastikan Anda menggunakan aplikasi pinjaman resmi dan mengunduhnya hanya dari dari Play Store (untuk ponsel Android) dan App Store (untuk ponsel iOS), karena jika aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi Anda.

Artikel Terbaru