spot_img
BerandaNewsTelcoTelkomsel dan XL Axiata Terpilih Sebagai Penyediaan Layanan 4G di 7904 BTS...

Telkomsel dan XL Axiata Terpilih Sebagai Penyediaan Layanan 4G di 7904 BTS BAKTI

-

Jakarta, Selular.ID – Kominfo hari ini mengungumkan Telkomsel dan XL Axiata sebagai pemenang pemilihan mitra kerja sama untuk layanan seluler 4G di 7.904 titik Base Transceiver Station (BTS) yang ada di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).

Adapun titik BTS tersebut terbagi dalam 9 area paket kerja sama, yaitu  Area 1: Sumatera, Area 2: Nusa Tenggara, Area 3: Kalimantan, Area 4: Sulawesi, Area: Maluku, Area 6: Papua Barat, Area 7: Papua Tengah BaratBT, Area 8: Papua Tengah Utara, dan  Area 9: Papua Timur Selatan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menjelaskan proses seleksi mitra kerja sama penyediaan layanan seluler 4G dilakukan sebagai tindak lanjut Program Konektivitas Digital 2021. Kompetensi utama dalam pemilihan adalah lisensi penyelenggaraan layanan jaringan bergerak seluler di Indonesia selama 10 tahun.

“Proses pemilihan Mitra Kerja Sama Operasional (KSO) BLU BAKTI Kominfo pada program penyediaan layanan seluler 4G di Wilayah 3T dilakukan dengan seksama selama 4 bulan dengan memperhatikan karakteristik daerah 3T seperti: Pertama, layanan seluler 4G yang disediakan merupakan layanan perintis di wilayah 3T yang belum mendapatkan jangkauan layanan 4G. Kedua, tingkat kepadatan penduduk di wilayah 3T yang rendah. Ketiga, kondisi geografis yang sulit dijangkau dengan keterbatasan infrastruktur pendukung,” papar Menteri Johnny, dalam  acara ‘Pengunguman Pemenang Pemilihan Mitra Kerja Sama Program Penyediaan Layanan Selular 4G di Wilayah 3T’, Senin (27/9).

Jhonny pun menilai dua operator yang ditetapkan sebagai pemenang itu berdasarkan evaluasi yang matang. “Hasil evaluasi tim kita berdasar pada jaringan yang dimiliki oleh mitra. Tentu kita tidak ingin mempersulit mitra, kita juga memperhatikan ketersediaan jaringan yang mereka miliki, ini soal keekonomian,” sambungnya.

Dengan terpilihnya mitra kerja sama di 9 area paket kerja sama, proses persiapan integrasi BTS secara bertahap dapat dilakukan dan BTS yang sudah dibangun dapat segera beroperasi memberikan layanan seluler 4G kepada masyarakat di wilayah 3T.

Baca juga :  Merger Operator Seluler, Pengamat: Tidak Ada Potensi Monopoli, Persaingan Usaha Akan Tetap Sehat

Proyek pembangunan infrastruktur BTS 4G merupakan salah satu tugas besar Kementerian Kominfo dalam dua tahun mendatang. Total infrastruktur BTS 4G yang akan dibangun adalah sejumlah 7.904 BTS 4G dan diproyeksikan akan selesai terbangun secara bertahap hingga akhir tahun 2022.

Jumlah ini menggenapi 9.113 desa/kelurahan yang masuk dalam kategori daerah 3T yang belum terjangkau sinyal 4G. Sejumlah 1.209 desa/kelurahan sebelumnya telah dibangun BTS dengan teknologi 2G yang sudah ditingkatkan menjadi teknologi 4G.

Untuk diketahui, Menteri Kominfo telah melakukan peletakan batu pertama implementasi program infrastruktur BTS 4G di Desa Kelangan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada 23 April 2021. Peristiwa ini menandakan dimulainya pembangunan infrastruktur BTS 4G secara masif di seluruh Indonesia.

Baca juga :  XL Axiata Terpilih Kelola Jaringan 4G USO di Sumatera

Sebelumnya, BAKTI Kominfo bersama mitra penyedia infrastruktur telah menandatangani kontrak payung untuk proyek penyediaan infrastruktur fisik BTS 4G yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 26 Februari 2021.

Sementara itu, Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa pemerintah bertekad untuk melakukan percepatan transformasi digital, oleh karenanya mulai tahun ini sumber pendanaan penyelenggaraan proyek penyediaan infrastruktur 4G di wilayah 3T di antaranya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Penyediaan layanan 4G di wilayah 3T menjadi kunci utama untuk pertumbuhan ekonomi dalam pemanfaatan konektivitas telekomunikasi dan informasi. Selain aktif membangun infrastruktur telekomunikasi dan layanan internet gratis, selama ini BAKTI Kominfo juga selalu mengajak para pelaku industri kreatif berbasis digital dan manufaktur untuk berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam peningkatan ekonomi di daerah 3T,” papar Anang.

“Kami juga mengharapkan terbukanya peluang kerja sama dalam bidang ekosistem digital antara pelaku usaha dan BAKTI Kominfo di 9 area paket kerja sama tersebut,” tutupnya.

spot_img

Artikel Terbaru