spot_img
BerandaNewsFeatureRapor Vivo Q2-2021: Berjaya Di China, Kedodoran di Indonesia

Rapor Vivo Q2-2021: Berjaya Di China, Kedodoran di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Sebagai negara yang menyandang predikat sebagai pasar smartphone terbesar di dunia, China kerap menjadi parameter industri telekomunikasi global. Besarnya populasi memberi kesempatan kepada vendor-vendor smartphone untuk meningkatkan pangsa pasar. Kerasnya persaingan antar vendor, pada akhirnya menjadi cerminan pertarungan yang sama di banyak negara, termasuk Indonesia.

Pada Juli lalu, International Data Corporation (IDC) merilis laporan yang mengungkapkan data pengiriman smartphone pada kuartal kedua tahun ini untuk pasar China. IDC mengungkapkan bahwa sekitar 78,1 juta unit dikirim di negara itu pada Q2 2021, turun sebesar 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski menurun, pengiriman keseluruhan di pasar China pada semester pertama tahun ini mencapai 164 juta unit, yang menunjukkan peningkatan 6,5% (YoY). Untuk pertama kalinya Vivo memimpin pasar smartphone China pada kuartal kedua tahun ini dengan pengiriman 18,6 juta unit, menguasai sekitar 23,8% pasar. Oppo mengikuti di tempat kedua dengan 16,5 juta unit dan pangsa pasar 21,1%.

Merek ketiga dalam daftar adalah Xiaomi yang berhasil mengirimkan 13,4 juta unit di China pada kuartal kedua tahun ini, mencakup 17,2% pasar. Xiaomi baru-baru ini menduduki peringkat sebagai merek smartphone terbesar kedua secara global, menyalip Apple dan tepat di belakang Samsung.

Apple berhasil mengirimkan 8,6 juta iPhone pada Q2 2021 di China dan telah mencakup sekitar 10,9% pasar. Pencapaian itu menjadikan Apple sebagai satu-satunya vendor non-China yang mampu bertahan di pasar domestik.  Di tempat kelima terselip Honor. Merek smartphone yang sebelumnya merupakan sub brand Huawei itu, memulai debutnya dalam daftar elit. Honor mampu menguasai sekitar 8,9% pasar berkat pengiriman sebanyak 6,9 juta unit.

Meski berada di posisi ketiga, namun di antara semua merek itu, Xiaomi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 47%  tahun-ke-tahun, diikuti oleh Vivo yang tumbuh 23,6%, Oppo 17,3%, dan Apple sebesar 17% di China.

Vivo Vs Oppo

Setelah menjadi runner-up pada kuartal sebelumnya, Vivo kini naik ke posisi teratas di China, menurut China Smartphone Weekly Tracker Counterpoint. Vivo mengungguli pesaing terdekatnya Oppo karena jajaran produk yang ramah konsumen.

Pertempuran memperebutkan supremasi di pasar smartphone China memang tengah memanas, dengan posisi teratas berpindah tangan secara berurutan. Dengan mengandalkan kinerja kuat yang berkelanjutan dari model anggaran Y3 dan S9, Vivo mampu melampaui penjualan Oppo.

Vivo adalah salah satu merek pertama di pasar yang meluncurkan perangkat 5G, dengan Nex 3 5G dan iQOO Pro 5G masing-masing pada Agustus 2019 dan September 2019. Vivo telah mengembangkan portofolio 5G dengan cepat hingga mencapai lebih dari 76% penjualannya pada Februari 2021, dari hanya 0,5% pada Agustus 2019.

Positioning produk Vivo yang jelas telah membuahkan hasil positif. Saat ini, portofolio Vivo mencakup seri NEX, X, S, Y, dan sub-merek iQOO. Seri NEX dan X adalah seri andalan vivo yang berfokus pada kemampuan kamera, sedangkan seri S dan U berfokus pada nilai uang yang baik. Y berfokus pada pelanggan dengan anggaran terbatas sedangkan iQOO berfokus pada saluran online. Selain itu, Vivo telah berupaya lebih keras untuk meningkatkan kemampuan kameranya melalui kemitraan strategis dengan produsen optik asal Jerman, Carl Zeiss.

Sebelum dikudeta Vivo, Oppo merupakan menjadi merek smartphone nomor wahid di China pada kuartal 1-2021. Keberhasilan rebranding seri Reno dan momentum kuat seri A di segmen menengah, membuat pangsa pasar Oppo melonjak tajam.

Di sisi lain, meningkatnya penguasaan pasar Oppo dan Vivo tak lepas dari melemahnya kinerja Huawei. Sejak aksi pembatasan AS terhadap Huawei pada 2019, vendor ponsel pintar China lainnya terus berupaya mengambil keuntungan. Saat ini Vivo dan OPPO mengadopsi strategi pasar dan produk yang agresif, dan kedua merek terus bersaing untuk posisi teratas sepanjang tahun ini.

Nomor Lima

Berbeda dengan China, performa Vivo di Indonesia terbilang seperti roller coaster, naik dan turun dengan sangat cepat. Bagaimana tidak, pada kuartal pertama 2020, IDC mendaulat Vivo sebagai vendor nomor satu di Indonesia. Ini adalah kali pertama Vivo mampu menempati posisi puncak. Setelah IDC, lembaga riset smartphone Canalys menempatkan Vivo di urutan pertama sebagai merek smartphone di Tanah Air pada kuartal empat 2020 dengan pangsa pasar 25%.

Sayangnga, pencapaian yang gemilang pada 2020, tak dapat dipertahankan Vivo pada tahun ini. Tercatat dalam dua kuartal 2021, yaitu Q1 dan Q2, market share Vivo turun secara drastis, sehingga peta persaingan antar vendor kembali berubah.

Merujuk pada laporan Canalys selama kuartal dua (Q2) 2021, Xiaomi berhasil melejit ke posisi puncak dalam Indonesia Top 5 Smartphone Vendors Q2 2021 dengan penguasaan pasar 28%. Naiknya Xiaomi membuat Oppo harus turun ke posisi runner-up dengan pangsa pasar 20%.

Di urutan ketiga ditempati oleh Samsung yang menguasai 18% pangsa pasar. Selanjutnya di posisi keempat ada Realme (12%). Melengkapi posisi lima besar terselip Vivo. Sejatinya Vivo memiliki penguasaan pasar yang sama dengan Realme, yaitu 12%, namun periode itu Vivo memiliki pertumbuhan negatif.

Terperosok ke peringkat lima pada kuartal II-2021, menunjukkan bahwa upaya Vivo untuk bisa rebound belum membuahkan hasil. Pada survey Canalys Q1-2021, juga merosot ke peringkat ketiga. Pada periode ini, Vivo memiliki persentase market share 19%.

Terkait dengan penurunan peringkat tersebut, Edy Kusuma selaku Senior Brand Director Vivo Indonesia, mengatakan bahwa mengatakan bahwa Vivo akan lebih fokus memaksimalkan pengalaman terbaik bagi para konsumen Indonesia.

“Kami terus mengembangkan lini produk, baik itu smartphone, maupun aksesoris pendukungnya yang relevan dengan permintaan pasar dan kebutuhan konsumen serta harga yang kompetitif. Kami juga sangat antusias mendukung hadirnya jaringan 5G pertama pada tahun ini dengan menghadirkan lebih banyak varian 5G Ready di pasar smartphone tanah air,” jelasnya.

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan, Vivo masih akan terus meningkatkan jangkauan kepada konsumen melalui kegiatan promosi serta aktivasi penjualan baik secara online melalui e-commerce partner maupun offline store.

“Untuk menjamin rasa aman dan kepercayaan dari konsumen, kami juga selalu memberikan standar kualitas tinggi pada setiap produk, jaminan garansi, dan proses produksi yang dilakukan dalam negeri,” kata Edy.

Selain itu, Edy menambahkan bahwa Vivo akan terus membawa inovasi beragam produk yang ditawarkan ke pasar Indonesia khususnya bagi konsumen setia.

“Salah satunya adalah menjalin kerjasama strategis dengan mitra-mitra tepercaya dalam mengembangkan inovasi-inovasi tersebut. Kami optimis, faktor-faktor inilah yang mendorong penerimaan pasar yang semakin positif kedepannya,” pungkasnya.

 

spot_img

Artikel Terbaru