BerandaNewsPengamat: Penguasaan Frekuensi 1800 Mhz Indosat-Tri Indonesia Dua Kali Lebih Besar dari...

Pengamat: Penguasaan Frekuensi 1800 Mhz Indosat-Tri Indonesia Dua Kali Lebih Besar dari Telkomsel dan XL Axiata

-

Jakarta, Selular.ID – Indosat Ooredoo dan 3 Indonesia telah menyepakati merger, lalu kesepakatan peleburan dua perusahaan ini dilaporkan senilai USD6 miliar atau setara dengan Rp85 triliun, dan bakal mengusung nama bersama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Yang menjadi menarik ialah soal potensi penguasaan frekuensi dari Indosat Ooredoo Hutchison, yang dimana menurut Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Ridwan Effend bakal memiliki pita 1800 Mhz, yang lebar 22,5 dan memiliki 15 Mhz Frequency Division Duplexing (FDD).

“Penguasaan frekuensi 1800 Mhz sangat besar sekali, lebarnya itu dua kali lipat lebih besar dari Telkomsel atau XL Axiata.  Jumlah pita di 1800 Mhz ini potensial sekali untuk pengembangan 5G kedepan,” jelas Ridwan Kepada Selular, Jumat (17/9).

Dan perlu Anda ketahui, dari penguasaan frekuensi yang dimiiki Indosat Ooredoo memiliki total lebar pita 95 MHz yang tersebar di pita frekuensi 850 MHz, 900 MHz, 1,8 GHz, dan 2,1 GHz. Sedangkan Tri Indonesia memiliki total lebar pita 50 MHz di pita frekuensi 1,8 GHz dan 2,1 GHz. Jika sumber frekuensi ini kedepan (pasca merger) bakal tetap dikelola, maka  gabungan kedua frekuensi  ialah  72,5 MHz.

Ridwan pun berharap melalui merger ini, bakal menciptakan tingkat kesehatan industri telekomunikasi Indonesia jauh lebih baik, “dan mudah-mudahan juga persaingan usaha kedepan semakin sehat,” sambungnya.

Baca juga :  Konsolidasi Operator Percepat Pemerataan Pembangunan 4G di Daerah 3T

Lalu soal teknis penguasaan frekuensi, jika melihat dari aksi akuisisi XL Axiata dengan Axis pada 2014, Kementerian Komunikasi dan Informatika saat itu memprasyaratkan pengembalian dua blok frekuensi dalam rencana akuisisi XL Axiata dengan Axis. Hal ini  dilakukan agar setelah akuisisi tidak terjadi monopoli frekuensi.

Pada saat itu XL Axiata mengakuisisi Axis, keduanya mengembalikan izin pita spektrum frekuensi radio selebar 2×10 MHz di pita frekuensi 2,1 GHz yang saat itu digunakan untuk 3G. Alhasil, XL-Axis memiliki frekuensi 3G sebanyak 15 MHz, di 900 MHz selebar 7,5 MHz, dan di 1.800 MHz selebar 22,5 MHz.

Baca juga :  Konsolidasi Operator Untuk Percepat Transformasi Digital

Sedangkan untuk aksi merger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia masih menanti kabar lanjutan, yang dimana Ridwan berujar semua langkah tersebut tentunya akan dilakukan post audit oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Sekedar tambahan jika dilihat dari sisi kinerja, Indosat Ooredoo selama pandemi melaporkan telah berhasil membukukan pendapatan senilai Rp14,98 triliun pada kuartal II/2021, naik 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara 3 Indonesia, pada kuartal II/2021, hanya membukukan pendapatan sekitar Rp6,93 triliun, turun 6% secara tahunan.

Lalu dari sisi kekuatan pelanggan, Indosat Ooredoo memiliki sekitar 60 juta pelanggan, sementara 3 Indonesia memiliki sekitar 44 juta pelanggan hingga kuartal II/2021.

Artikel Terbaru