BerandaNewsFinTechIni Bentuk Dukungan OJK Terhadap DigiKU

Ini Bentuk Dukungan OJK Terhadap DigiKU

-

Jakarta, Selular.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memberikan dukungan terhadap program Digital Kredit UMKM (DigiKU). Tujuannya agar UMKM bisa memanfaatkan teknologi sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi UMKM.

DigiKU sendiri merupakan program penyaluran kredit untuk UMKM yang disediakan oleh Pemerintah melalui Himbara sebagai bagian dari gerakan Bangga Buatan Indonesia yang telah diresmikan Presiden RI. DigiKU dimotori oleh empat bank BUMN yaitu BRI, Mandiri, BNI, dan BTN untuk merespon aneka keluhan masyarakat yang terlilit bunga tinggi dari pinjaman online ilegal. Sesuai namanya, kredit digital DigiKU dibuat untuk membantu pelaku UMKM yang kesulitan permodalan.

Untuk parameter penilaian saat mengajukan pinjaman, para UMKM harus memiliki data usaha secara digital. Jadi, para UMKM tidak perlu lagi harus menyiapkan banyak dokumen saat mengajukan pinjaman.

Nantinya, para UMKM yang akan mengajukan kredit DigiKU bisa melalui platform e-commerce. Namun saat ini, para UMKM hanya bisa mengkases situs DigiKU untuk mengajukan kredit.

Para UMKM bisa memilih salah satu produk dari empat bank Himbara dan selanjutnya akan divalidasi dan verifikasi oleh bank yang dituju. Melalui DigiKU, pengajuan akan lebih mudah layaknya pinjaman online dengan suku bunga sangat ringan dan tenor pembayaran yang bisa disesuaikan.

Sebelumnya, OJK telah mengeluarkan empat kebijakan untuk mendukung digitalisasi UMKM yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster, Bank Wakaf Mikro (BWM), Platform Marketplace UMKM (UMKMMU), dan Securities Crowdfunding (SCF). SCF berperan untuk meningkatkan pendalaman pasar modal di masyarakat karena memberikan alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah, dan murah bagi kalangan generasi muda dan UMKM untuk mengembangkan usahanya, khususnya UMKM mitra Pemerintah.

Baca juga :  Ciptakan Efek Jera Pinjol Ilegal Perlu Diberantas Secara Hukum

Hingga 3 September 2021 lalu, tercatat 6 penyelenggara dan 175 penerbit dari pelaku UMKM. Total dana yang dikelola SCF yang berizin OJK hingga saat ini sebesar Rp352,56 miliar dan pengguna SCF sebanyak 34.525 investor.

Baca juga :  YouTube Music Versi Web memiliki fitur Casting Tab

Hingga akhir 2020, tercatat sebanyak 11,7 juta UMKM telah memperluas bisnisnya ke bisnis online. Selanjutnya pada tahun 2030 mendatang ditargetkan akan mencapai 30 juta UMKM.

Sebelumnya, OJK juga telah berpartisipasi aktif selama persiapan pembentukan DigiKu yang telah diluncurkan pertama kali pada Juli 2020. Sebagai bagian dukungannya, OJK berencana menyelenggarakan webinar pada Sabtu (18/9/2021). Dalam webinar tersebut akan melibatkan para pelaku usaha perbankan, pengusaha UMKM, dan penyedia platform digital. Webinar tersebut diharapkan bisa memunculkan business matching yang menghubungkan antara pelaku UMKM dengan penyedia sumber pembiayaan.

Artikel Terbaru