spot_img
BerandaNewsMarket UpdateElon Musk: Tahun Depan, Pasok Chipset Bakal Alami Peningkatan

Elon Musk: Tahun Depan, Pasok Chipset Bakal Alami Peningkatan

-

Jakarta, Selular.ID – Selain lembaga riset International Data Corporation (IDC) yang memprediksi kelangkaan chipset bakal berangsur pulih di tahun 2022, kini giliran bos Tesla, Elon Musk, yang ikut bersuara terkait hal itu.

Elon musk mengatakan bahwa krisis semikonduktor yang tengah menyerang sejak 2020 dan berdampak buruk bagi pembuatan perangkat pintar, diperkirakan akan berakhir tahun depan.

Selain perkembangan pembuatan perangkat ponsel cerdas yang kena imbasnya, penggarapan mobil listrik paling terpengaruh sehingga banyak model mobil listrik terbaru yang menunda jadwal peluncurannya.

“Krisis chipset merupakan masalah jangka pendek, bukan masalah jangka panjang. Ada banyak pabrik pembuatan chip yang sedang dibangun. Saya pikir pada tahun depan, kapasitas produksi chip akan meningkat secara signifikan.” kata Elon, seperti yang dikutip dari Gizchina.

Sayangnya, Musk tak membocorkan secara rinci pabrik chip mana yang sedang dibangun. Meski Intel dan TSMC telah mengumumkan rencana untuk membangun pabrik baru di Amerika Serikat, namun mereka dikabarkan tak akan mulai beroperasi dalam waktu dekat ini.

Kekurangan chip global telah berdampak besar pada banyak industri, dan industri otomotif sangat terpukul. Pembuat mobil terkenal seperti Ford, Volkswagen, dan Daimler, semuanya terpaksa menghentikan sebagian produksi akibat kekurangan chip. Sebagian besar perusahaan ini juga memangkas target manufaktur mereka.

Tesla tidak terkecuali. Musk mengatakan dalam panggilan konferensi pendapatan kuartal pertama, bahwa Tesla memiliki beberapa masalah rantai pasokan. Dirinya menjelaskan bahwa pada kuartal pertama ini, perusahaannya itu memiliki tantangan rantai pasokan terberat yang pernah dialami Tesla, yang artinya akan sama di kuarter kedua dan ketiga.

Baca juga :  Apple Menggila, Raih 75% Laba Pasar Handset Global Sepanjang Q2 2021

Dalam berita terkait, sebelumnya pada bulan Agustus tahun ini, Musk menuduh Renesas dan Bosch, dengan mengatakan bahwa sebagai dua pemasok chip otomotif terbesar di dunia, kedua perusahaan ini telah membatasi produksi mobil Tesla. Sebuah perusahaan konsultan, AlixPartners memperkirakan bahwa kekurangan chip akan merugikan industri otomotif dalam pendapatan $ 210 miliar tahun ini saja.

Baca juga :  Empat Smartphone Xiaomi Harga Naik, Ini Respon Pedagang

Kekurangan chip global yang terus-menerus telah berkembang menjadi satu-satunya masalah terbesar yang dihadapi industri manufaktur. Dari mobil hingga industri elektronik konsumen, kekurangan chip mempengaruhi semuanya.

Disamping sabda Elon Musk yang mensinyalir bahwa kekurangan pasok chipset bakal membaik di 2022, beredar sebuah laporan oleh BusinessInsider, yang menyebutkan bahwa akibat pasokan chip terus ketat dan biaya wafer (material semikonduktor) meningkat, beberapa perusahaan kini mengubah model produksi mereka. Dengan ini, mereka mencoba mengurangi permintaan wafer dengan mendesain ulang produk chip.

Tonton juga video di bawah ini:

spot_img

Artikel Terbaru