Bos Qualcomm: Krisis Chipset Global Diprediksi membaik di 2022

Bos Qualcomm: Krisis Chipset Global Diprediksi membaik di 2022

Jakarta, Selular.ID – Di tengah kekurangan semikonduktor yang sedang berlangsung dan mengganggu banyak industri di seluruh dunia, Cristiano Amon, CEO Qualcomm, telah membagikan beberapa informasi dalam sebuah pernyataan yang datang sebagai secercah harapan.

Menurut sebuah laporan oleh TheElec, Cristiano Amon mengatakan bahwa kekurangan chip global berkurang, dan situasinya diperkirakan akan membaik tahun depan.

“Pasokan tahun ini lebih baik dari tahun 2020 dan situasinya diperkirakan akan lebih membaik pada tahun 2022, terutama dibandingkan tahun 2020,” kata Amon, seperti yang team Selular kutip dari Gizmochina.

Pernyataan yang diberikan pada 2 Desember kemarin ini bertentangan dengan pernyataan yang sebelumnya dikeluarkan oleh CEO Intel Pat Gelsinger, yang memperkirakan kekurangan chip global akan berlanjut hingga 2023.

Seperti yang kita ketahui, kekurangan pasokan chip telah berdampak cukup buruk bagi banyak merk smartphone. Mereka tak memperoleh chip yang cukup untuk dimasukkan ke dalam perangkat mereka, serta bisa dibilang tak sempurna dalam memenuhi permintaan pasar.

Tetapi beberapa produsen chip seperti MediaTek telah melihat pertumbuhan pangsa pasar mereka berkat kesenjangan permintaan dan pasokan yang diciptakan oleh kekurangan tersebut.

Awal pekan ini, Qualcomm meluncurkan SoC Snapdragon 8 Gen 1 terbaru dan terhebat yang dibuat secara eksklusif oleh Samsung Foundries menggunakan node 4-nanometer mereka.

Kemitraan ini akan sangat penting bagi Qualcomm karena tingkat hasil pengecoran yang menentukan apakah Qualcomm akan memenuhi permintaan pasar di tahun mendatang atau terus kalah dari pembuat chip lainnya. Akankah krisis pasokan chipset bakal segera berangsur pulih di tahun depan? Semoga saja.