Beranda News Policy Kominfo Genjot Penerapan 5G Di Indonesia  

Kominfo Genjot Penerapan 5G Di Indonesia  

-

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah Indonesia telah menginisiasi beberapa kebijakan dan tindakan afirmatif untuk mendorong percepatan pengenalan 5G di Indonesia. Dalam acara International Virtual Conference: Indonesia 5G Roadmap & Digital Transformation, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan, kehadiran jaringan 5G akan menjadi pengubah permainan (game changers) dengan dampak yang luas pada konektivitas di Indonesia.

“Karena itu, kami harus bekerja keras untuk melaksanakan tugas besar kami dalam mengadopsi teknologi baru, untuk meningkatkan produktivitas kami melalui jaringan 5G dalam waktu dekat,” kata Johnny, Kamis (10/12).

Baca juga: Tahun Ini, 1 Miliar Warga Dunia Nikmati 5G

Namun demikian, Johnny mengakui pengenalan jaringan 5G ini berada dititik pemerintah yang sudah memperluas cakupan jaringan 4G di Indonesia yang belum merata di seluruh wilayah. Karena itu, selain tugas utama memastikan 4G yang memadai juga sebagai dasar untuk mengembangkan jaringan 5G.

“Infrastruktur digital terus kami perbaiki, termasuk di semua desa yang belum terjangkau koneksi 4G. Namun, tugas utama untuk memastikan 4G yang memadai, dapat diakses, dan terjangkau sebagai dasar untuk mengembangkan jaringan 5G tetap relevan,” ungkapnya.

Johnny menjabarkan pemeritnah Indonesia sejauh ini telah membangun lebih dari 348.000 kilometer kabel serat optik darat dan bawah laut. Termasuk lebih dari 12.000 kilometer Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring BAKTI Kominfo.

Baca juga: Snapdragon 888 Diluncurkan, Peningkatan Mayor pada GPU, AI, dan Modem 5G

Kemudian Indoneisa juga telah  membangun lebih dari 500.000 base transceiver station (BTS) dan memanfaatkan 9 satelit untuk memenuhi kebutuhan domestik, serta meluncurkan High-Throughput Satellite 150 Gbps SATRIA-1 yang dijadwalkan pada kuartal ketiga tahun 2023.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah melakukan 10 uji coba penerapan jaringan 5G sepanjang 2017-2019. Uji coba itu ditujukan untuk mempelajari potensi aplikasi dan kasus penggunaan layanan 5G. Seperti pembelajaran jarak jauh melalui interaksi holografik, operasi jarak jauh, IoT untuk kota pintar, dan kendaraan otonom selama ASIAN Games 2018.

Pada tahun 2020, Indonesia memfokuskan uji coba ke-11 untuk menjajaki kemungkinan koeksistensi antara jaringan 5G dan Fixed Satellite Service (FSS) untuk digunakan di pita 3,5 GHz. Ia pun menyadari memang upaya penerapan jaringan 5G akan menuntut belanja modal yang besar khususnya untuk penyediaan small-cell densification 5G serta ekosistem digital yang canggih.

“Kemudian lokasi yang ideal untuk penerapan 5G pertama di Indonesia itu ialah Kawasan ibu kota baru, menjadi kandidat terbaik dan potensial untuk menerapkan 5G. selain itu kawasan industri dan area publik dengan lalu lintas tinggi yang mungkin juga akan bakal diterapkan,” tandasnya.

Artikel Terbaru